TNI serahkan proses hukum penikaman Prada Yanuar ke polisi

TNI serahkan proses hukum penikaman Prada Yanuar ke polisi. Prada Yanuar tewas setelah dianiaya enam orang salah satunya DKDA (16) anak dari anggota DPRD Provinsi Bali.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
TNI serahkan proses hukum penikaman Prada Yanuar ke polisi
Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Alfret Denny Tuejeh mengatakan, pihak TNI menyerahkan kasus pengeroyokan hingga menewaskan Prajurit Dua (Prada) Yanuar Setiawan (20) di Kuta, Bali, ke pihak kepolisian. Prada Yanuar tewas setelah dianiaya enam orang salah satunya DKDA (16) anak dari anggota DPRD Provinsi Bali."Prajurit itu meninggal tapi sesuai dengan proses penegakan hukum itu diselesaikan kepada polisi," kata Denny di Gedung Kartika Media Center Dispenad, Jalan Abdurahman Saleh I, Senen Jakarta Pusat, Senin (10/7).Proses hukum pun diserahkan TNI AD kepada Polda Bali untuk mengusut tuntas masalah tersebut. Sebab, kejadian itu bukan kewenangan TNI. "TNI AD percaya kepada Polda Bali akan menyelesaikan masalah itu dengan baik. Kita hanya bisa memonitor bagaimana kasus ini diselesaikan," kata Denny. Dia mengatakan, kejadian serupa ternyata pernah juga terjadi di Riau dan Jakarta beberapa waktu lalu. Berulangnya kasus menyerang anggota ini pun menjadi perhatian pihak TNI AD.Pihaknya pun saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap geng motor. Bila enak motor tersebut sudah tak bisa lagi dikendalikan TNI ada akan menyiapkan sejumlah langkah-langkah khusus untuk menyelesaikan ini. "Ke depan bakal dicari tahu apakah geng motor ini sudah terlalu liar dan tidak terkendali atau bagaimana kemudian dari AD kita secara internal akan menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi situasi seperti terutama yang bersifat internal seperti pembinaan kepada prajurit," ujar Denny. Meski merupakan ranah kepolisian, namun apabila Polri untuk bekerja sama dengan satuan TNI di wilayahnya seperti Babinsa dan Danramil, untuk menghentikan sepak terjang geng motor nakal, maka TNI akan menyambut baik."Memang kalau saya lihat kecenderungannya secara ranah menjadi ranah kepolisian. Tapi kalau misalnya Polda bekerja sama dengan satuan TNI yang ada di wilayah itu kita menyambut baik," pungkasnya.

Rekomendasi