TNI AU selidiki sebab meninggalnya Serda Septian saat pendidikan

Mayor TBP yang diduga telah menganiaya korban berdinas di Akademi Angkatan Udara di wilayah TNI AU Adi Sucipto.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
TNI AU selidiki sebab meninggalnya Serda Septian saat pendidikan
Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Serda Septian Wahyu Sarjono, meninggal dunia, setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Prajurit TNI AU itu diduga dianiaya seniornya. Saat ini, Septian sedang menempuh Sekolah Kejuruan Dasar Listrik dan Elektronika Skadron Pendidikan 203 Lanud Sulaiman. Septian diduga menjadi korban kekerasan oleh pengasuh berpangkat mayor. Danlanud TNI AU Sulaiman, Kolonel Pnb Mohammad Syafii mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota TNI AU berinisial Pnb TBP."Semua tahu, kalau meninggal karena dari takdir. Tapi kalau mungkin kematian disebabkan kesalahan prosedur atau tindakan sekiranya, mudah-mudahan kita berharap proses hukum keadilan seadilnya," kata Syafii dalam jumpa persnya di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/6).Dia tidak bisa memastikan apakah korban meninggal karena adanya dugaan penganiayaan atau tidak. Sebab Mayor TBP yang merupakan pengasuh bukan berasal dari kesatuannya. Sehingga pihaknya menyerahkan pada prosedur yang berlaku.Data yang didapatnya, Mayor TBP ini berdinas di Akademi Angkatan Udara yang berada di wilayah TNI AU Adi Sucipto. "Pengasuh yang bersangkutan (korban) di bawah Lanud Adi Sucipto. Jadi sebenarnya bukan Sulaiman. Tapi Adi Sucipto. Kalau sampai ada prosedur yaitu komandan Lanud Adi Sucipto," ungkapnya.Informasi dihimpun, Serda Septian ini sedang mengikuti pendidikan Sejursarlislek Skadik 203 Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung sejak beberapa bulan ke belakang. Septian diduga mengalami penganiayaan pada Kamis (2/6) lalu sekitar pukul 23.30 WIB di salah satu lorong barak Lanud Sulaiman.Septian sempat mendapatkan perawatan di RS Salamun Bandung. Korban yang sempat mendapatkan perawatan intensif akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Jumat (3/6) malam. Korban sudah dikembalikan ke pihak keluarga di Solo.

Rekomendasi