Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Payakumbuh Capai 75 Persen

"Seluruh pasien positif COVID-19 di Payakumbuh memang karena ada penyakit penyerta atau komorbid. Harapan kami tentu tidak ada lagi warga yang meninggal," katanya.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Payakumbuh Capai 75 Persen
Tenaga Medis Sambut Pasien Sembuh dari Covid-19 di Brasil. ©2020 REUTERS/Adriano Machado

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh, Sumatera Barat, mencatat persentase kesembuhan pasien positif COVID-19 di daerah itu mencapai 75 persen sementara angka kematian 1,4 persen.

Kepala DKK Payakumbuh, Bakhrizal di Payakumbuh, Kamis, mengatakan data hingga Rabu (18/11) total pasien positif di daerah itu mencapai 482 kasus dengan angka kesembuhan 384 kasus atau 75 persen.

"Dari 482 kasus itu, total pasien yang tercatat masih positif hingga hari ini 91 orang, yang meninggal itu tujuh orang dan yang sembuh sudah 384 kasus," kata dia.

Penambahan kasus positif COVID-19 terbanyak dalam satu hari di Kota Payakumbuh mencapai 34 kasus sehari. Meskipun empat di antaranya bukan warga Kota Payakumbuh.

"Sekarang, alhamdulillahnya rata-rata pasien positif COVID-19 di Payakumbuh sudah di bawah sepuluh sehari. Sebelumnya sempat dalam satu hari di satu pekan lebih jumlah penambahan rata-rata di atas 10 orang," ujarnya.

Ia mengatakan klaster dari seluruh jumlah kasus positif tersebut sudah beragam, mulai dari klaster ASN, perkantoran hingga klaster masyarakat yang penyebarannya didominasi karena kontak langsung dengan pasien positif COVID-19.

"Bersyukurnya, saat ini tingkat kesadaran masyarakat memeriksakan diri setelah kontak dengan pasien positif sudah tinggi. Sehingga juga memudahkan kami dalam melacak kontak," ujarnya.

Hingga saat ini, Kota Payakumbuh berada di zona oranye setelah sebelumnya sempat turun kembali ke zona kuning. Naiknya status zona tersebut disebabkan ada pasien COVID-19 yang meninggal.

"Seluruh pasien positif COVID-19 di Payakumbuh memang karena ada penyakit penyerta atau komorbid. Harapan kami tentu tidak ada lagi warga yang meninggal," katanya.

Ia mengatakan pihaknya tidak bosan terus mengajak seluruh masyarakat untuk taat menerapkan protokol kesehatan, yakni 3M yang meliputi memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Dengan disiplin mempraktikkan protokol kesehatan, dapat berupaya untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Rekomendasi