Tim UII kerja sama dengan polisi ungkap tewasnya 3 peserta diksar

Tim UII kerja sama dengan polisi ungkap tewasnya 3 peserta diksar. Polres Karanganyar sudah mulai meminta keterangan dari peserta diksar mapala yang tidak dirawat di RS Jogja Internasional Hospital (JIH) sejak hari ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim UII kerja sama dengan polisi ungkap tewasnya 3 peserta diksar
Lokasi Diksar Mapala UII berujung maut. ©2017 Merdeka.com

Universitas Islam Indonesia (UII) dan Polres Karanganyar, Jawa Tengah, bekerjasama untuk mengungkap kasus tiga mahasiswa yang tewas saat mengikuti diklat dasar mahasiswa pecinta alam (diksar mapala). Menurut anggota tim Crisis Center, Muzayin Nasaruddin, pihak Polres Karanganyar sudah mulai meminta keterangan dari peserta diksar mapala yang tidak dirawat di RS Jogja Internasional Hospital (JIH) sejak hari ini."UII dan Polres Karanganyar melakukan penyelidikan bersama dengan agenda meminta keterangan dari peserta," ujar Muzayin di JIH, Rabu (25/1).Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh UII, Muzayin membenarkan adanya indikasi kekerasan yang dialami oleh peserta diksar mapala UII. Meskipun demikian, Muzayin enggan menjelaskan lebih lanjut tentang bentuk kekerasan seperti apa yang dialami oleh peserta diksar mapala UII."Seperti apa kekerasannya, kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab saat ini proses investigasi masih terus berjalan. Tentang berapa orang yang terlibat itu juga masih diinvestigasi," papar Muzayin.Muzayin menerangkan bahwa diksar mapala UII yang dinamai The Great Camping (TGC) merupakan rangkaian penerimaan anggota baru yang ingin bergabung di Mapala UII. TGC sendiri diadakan secara rutin dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke 37 dan sebelum tidak pernah terjadi kasus serupa.Sedangkan Direktur Direktorat Humas UII, Karina Utami Dewi juga belum bisa menjelaskan tentang berapa orang panitia yang terlibat saat acara diksar mapala UII di Tawangmangu itu. Sebab, saat ini tim investigasi masih mendalami dan meminta keterangan dari sejumlah pihak."Kami masih memastikan apakah jumlah panitia di proposal sama dengan jumlah yang di lapangan. Jumlah proposal tidak bisa kami jelaskan. Proposal nama peserta kami berikan hanya kepada yang berkepentingan seperti Ombudsman dan kepolisian," pungkas Karina.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga orang mahasiswa UII tewas usai mengikuti acara pendidikan dasar atau The Great Camping (GC), yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah yang digelar pada 13 hingga 20 Januari 2017.Ketiga mahasiswa yang meninggal adalah Muhammad Fadhli (20), Syait Asyam (20) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro UII angkatan 2015, asal Batam tewas dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Jumat (20/1). Asyam mahasiswa Teknik Industri angkatan 2015 asal Yogyakarta tewas di RS Bethesda, Yogyakarta pada Sabtu (21/1). Korban terakhir adalah Ilham mahasiswa Hukum Internasional angkatan 2015 yang tewas di RS Bethesda, Senin (23/1).

Rekomendasi