Tenggelam 12 jam, bocah ditemukan tewas mengambang di Sungai Ciapus

Korban awalnya mandi lalu lompat dari tebing. Setelah 4 kali lompat, tubuh Fahri tak kunjung muncul ke permukaan.

Ilham Kusmayadi
Oleh Ilham Kusmayadi - Reporter
Tenggelam 12 jam, bocah ditemukan tewas mengambang di Sungai Ciapus
Ilustrasi orang tenggelam. ©2015 Medicalnewstoday.com

Muhammad Fahri (10) bocah asal Kampung Kotabatu, RT 04/04 Desa Kota Batu, Ciomas, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas setelah lebih dari 12 jam dinyatakan hilang karena tenggelam saat berenang bersama rekannya di aliran Sungai Ciapus, Desa Pasir Eurih, Tamansari, Kabupaten Bogor, Senin (21/12) malam.

Dendi Resadi (8), saksi mata menuturkan, temannya hilang tenggelam pada pukul 11.00 WIB, Senin (21/12) kemarin, saat korban melompat dari tebing setinggi 2 meter di tepi sungai. "Dia beberapa kali melompat dan lompatan ke empat enggak muncul lagi. Badannya sempat kelihatan dua kali, tapi tenggelam lagi," katanya.

Saat itu juga dia bersama rekannya yang sudah lebih dulu mengingatkan untuk pulang langsung bergegas memberi tahu orangtua dan warga sekitar bahwa korban hilang tenggelam. Petugas Polsek Tamansari beserta tim Search And Rescue (SAR) gabungan langsung melakukan pencarian.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Aksomo menjelaskan, kondisi jenazah ditemukan mengambang di lokasi kejadian Desa Pasireurih, Tamansari, Kabupaten Bogor pada pukul 23.00 WIB. "Ditemukannya tak jauh dari dari cerukan/pusaran air lokasi tenggelam," katanya.

Menurutnya, tubuh Fahri muncul ke permukaan karena kondisi air sungai mulai surut setelah hujan di kawasan Gunung Salak, Tamansari, Bogor pada malam hari mereda. "Saat itu juga jenazah yang dilakukan pencarian sejak pukul 11.00 WIB hilang dan ditemukan pukul 23.00 WIB langsung dibawa keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan Selasa (22/12) pagi," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga Bogor yang tinggal di bantaran sungai untuk mengurangi aktivitasnya. "Mengingat kondisi curah hujan di Bogor yang tinggi dapat menimbulkan debit air sungai secara tiba-tiba meninggi," jelasnya.

Sementara itu, Maman Supratman (55) orangtua korban menuturkan, ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Menurutnya Fahri merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Maman menyebutkan, jika korban tinggal di Ciomas atau berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi pemandian.

"Dia izin tadi pagi kepada saya akan main ke rumah neneknya, di sini (Desa Pasireurih)," katanya.

Rekomendasi