Tekad Soekarno merebut Irian Barat

Reporter : Ramadhian Fadillah | Jumat, 15 Juni 2012 13:31




Tekad Soekarno merebut Irian Barat
Soekarno. merdeka.com/Merdeka

Merdeka.com - Konflik di Papua tidak ada habisnya. Gerakan separatis terus memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Indonesia. Penembakan dan kekerasan terus terjadi di seluruh Papua. Dana otonomi khusus yang berjumlah triliunan gagal membangun dan menyejahterakan Papua.

Soekarno adalah orang yang memiliki cita-cita merebut Irian Barat (kini Papua) dari tangan Belanda. Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949, tidak memberi penyelesaian soal Irian Barat.

Indonesia ingin Irian Barat menjadi bagian dari Indonesia. Sementara Belanda ingin Papua menjadi negara sendiri. Tentu saja dengan pemerintahan boneka yang akan menguntungkan Belanda. Kedua belah pihak sepakat masalah Irian Barat akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.

Nyatanya setelah 10 tahun tidak ada penyelesaian soal Irian Barat. Maka Soekarno pun geram. Presiden pertama Republik Indonesia ini memang bermimpi mempersatukan Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, semenanjung Malaya, hingga Sabah dan Serawak.

Di alun-alun Yogyakarta tanggal 19 Desember 1961, Soekarno berteriak lantang menyerukan Trikora atau Tri Komando Rakyat. Bukan tanpa sebab seruan itu disampaikan di Yogya dan mengambil tanggal 19 Desember. Tanggal 19 Desember 1948, atau tepat 13 tahun sebelumnya, Belanda menggelar agresi militer Belanda II dan menyerang Kota Yogya. Pemerintahan Republik langsung jatuh. Soekarno, Hatta, Sjahrir dan para pemimpin republik ditangkap tentara Belanda.

Soekarno pun bertekad membalas dendam. Dengan mengumumkan Trikora, dia menyatakan konfrontasi dengan Belanda.

Isi Trikora adalah:

1. Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua.
2. Kibarkan sang merah putih di Irian Barat.
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

Soekarno menunjuk Mayor Jenderal Soeharto sebagai Panglima Mandala. Panglima perang yang membawahi pasukan darat, laut dan udara. Lagi-lagi bukan tanpa alasan. Soeharto adalah komandan serangan umum 11 Maret yang tahun 1949, mempecundangi tentara Belanda di Yogyakarta.

Maka operasi Trikora pun digelar. Indonesia yang saat itu dekat dengan Uni Soviet mendapat kemudahan membeli persenjataan milik Blok Timur. Indonesia memborong kapal perang, kapal selam, pesawat tempur, pesawat pengebom, artileri, tank dan panser. Berkat kedekatan dengan Presiden Kennedy, Soekarno juga berhasil membeli pesawat angkut C-130 Hercules dari AS.

Semua persenjataan itu membuat Indonesia menjadi negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara, bahkan Asia. Bukan hanya Belanda yang ketar-ketir. Australia pun khawatir. Mereka takut Soekarno akan menjadi imperialis baru dan merebut Australia. Dengan kekuatan militer RI saat itu, hal ini sangat mungkin terjadi.

Pertempuran yang terkenal di laut adalah pertempuran Laut Aru dimana Komodor Yos Sudarso gugur. Sementara pasukan TNI terus diterjunkan lewat udara. Operasi penerjunan terbesar adalah operasi Naga yang dipimpin Kapten Benny Moerdani dengan melibatkan pasukan RPKAD dan Banteng Raiders.

Perang di belantara Papua berlangsung sekitar dua tahun. PBB akhirnya memerintahkan kedua belah pihak menghentikan tembak menembak. PBB memaksa Belanda dan Indonesia berunding di New York tanggal 15 Agustus 1962. Diputuskan pasukan PBB akan berada di Papua selama masa peralihan sebelum penentuan pendapat rakyat (Perpera) yang akan digelar tahun 1969.

Akhirnya rakyat Papua memilih ikut Republik Indonesia saat Perpera. Walau pihak internasional menuding militer Indonesia banyak berperan untuk kemenangan ini. AS yang tak mau Papua jatuh ke tangan komunis Uni Soviet langsung mendukung hasil Perpera. Papua pun resmi menjadi provinsi Indonesia yang ke-26.

[ian]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • JK sebut perpolitikan Indonesia hancur kalau Partai Golkar pecah
  • Blokade Jl Gatot Subroto, buruh gagal bertemu Menaker
  • Taufik dukung buruh demo Ahok minta UMP Rp 3,2 juta
  • JK: Kalau Munas Golkar di Bali tenteng parang, bawa batu gimana?
  • Protes rutan, Bos Sentul City dan Gulat Manurung juga disanksi
  • Akhirnya! Semua game Angry Birds kini gratis di Windows Phone
  • Perusahaan tambang Bakrie diizinkan tunda bayar utang
  • Lepas tangan urusan wilayah, Ahok lempar tugas ke wali kota
  • Tak punya biaya berobat, ayah di China 'bakar' anaknya
  • Menko Sofyan: Agar buruh tak banyak bergerak, berikan fasilitas
  • SHOW MORE