Tanggul anak Sungai Bengawan Solo longsor, ratusan jiwa terancam
Merdeka.com - Tanggul penahan banjir setinggi sepuluh meter berada di pinggir Kali Samin, Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo longsor sepajang 50 meter. Akibatnya sebanyak 600 jiwa terancam jika tanggul itu tak segera diperbaiki.
Sungai Samin merupakan anak Sungai Bengawan Solo dengan hulu di Gunung Lawu, Karanganyar. Danramil 10 Mojolaban, Kapten Inf Suyadi mengatakan, pihaknya bersama aparat desa setempat sudah melakukan pengecekan lokasi.
Suyadi mengatakan, kondisi tanggul memang memprihatinkan. Dia menyebut longsornya tanggul disebabkan terjangan arus air saat hujan deras Sabtu (18/6) lalu.
"Kalau nanti hujan deras lagi dan tanggulnya jebol bisa berbahaya, ada 600 warga di sana. Masyarakat sudah lapor ke kita," kata Suyadi, Selasa (21/6).
Kaur Pembangunan Desa Tegalmade, Slameto membenarkan, jika tanggul tak segera diperbaiki, ada 2 dukuh dan 3 RT/RW yang terancam. Ia mengatakan, kondisi tanggul penahan banjir yang membatasi permukiman warga dengan sungai tersebut sudah kritis.
"Karena kena banjir kemarin kondisinya kritis. Dulu tebalnya 4 meter, sekarang tinggal 1 meter. Ada 600 jiwa di sekitar tanggul, dari RT 3 RW 2, RT 1/RW 3 dan RT 2/RW 2," ujar Slameto.

Slameto menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan longsornya tanggul pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia berharap kondisi tanggul tersebut segera diperbaiki, karena tanggul merupakan salah satu benteng terakhir yang mengamankan permukiman dari derasnya arus sungai.
"Longsornya tanggul yang hanya berjarak beberapa meter dari permukiman, terdengar. Kami sempat khawatir longsor terjadi bersamaan dengan musibah banjir. Debit Kali Samin saat itu sudah setinggi delapan meter. Kami berharap perbaikan tanggul, diprioritaskan," tutup Slameto. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya