Para korban gempa Aceh masih takut kembali ke rumah. Sebagian di antara mereka memilih bertahan di pengungsian atau di lokasi yang dinilai aman. Pengungsi merasa belum aman jika pulang ke rumahnya, terutama pada malam hari."Masih ada gempa keras, makanya kami memilih menginap di kedai kopi dekat kantor DPRD Pidie Jaya," kata Nurma (53), warga Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.Selain itu, warga mengaku khawatir karena gempa yang terjadi Rabu (7/12) subuh terasa sangat keras. Gerakannya vertikal dan menghentak warga yang sebagian besar masih terlelap tidur.Nurma dan sejumlah tetangganya memilih menginap di kedai kopi karena warung itu dibangun dari kayu dan papan. Mereka merasa lebih aman di sana.
Hal senada disampaikan pengungsi di Dayah Al Hijrah Desa Masjid Tuha. Ainun Mardiyah (47) mengatakan mereka takut kembali ke rumah, bukan hanya karena gempa susulan masih terjadi. Listrik yang padam sejak gempa pada Rabu (7/12) subuh membuat mereka tidak bisa pulang ke rumah saat malam hari."Gelap kita tidak bisa lihat apa-apa. Di sana kan masih banyak kaca berpecahan," ucapnya.Ainun bersama sekira 1.700 warga (560 KK) dari Desa Masjid Tuha sekitarnya pun memilih tetap bertahan di pengungsian."Basarnas kan juga menyatakan akan ada gempa susulan. Tapi pada siang hari ada beberapa warga yang pulang untuk membersihkan rumahnya," kata Kepala Desa Masjid Tuha, Junaidi (32).