Tak Terjadi Letusan Saat Erupsi Semeru, Ahli Dorong Perbaikan Sistem Deteksi Bencana

Terjadinya longsoran dari puncak Gunung Semeru berlangsung secara tiba-tiba. Sehingga tidak cukup ada waktu bagi penduduk sekitar puncak gunung Semeru untuk bisa menyelamatkan diri.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Tak Terjadi Letusan Saat Erupsi Semeru, Ahli Dorong Perbaikan Sistem Deteksi Bencana
Erupsi Gunung Semeru. ©2021 Antara

Sistem deteksi dini bencana atau Early Warning System (EWS) menjadi sorotan beberapa pihak setelah Gunung Semeru erupsi akhir pekan lalu. Salah satunya dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS).

Menurut Dewan Pakar Kompartemen Kebencanaan IKA ITS, Amien Widodo, saat erupsi tidak terjadi letusan besar pada erupsi Gunung Semeru. "Yang terjadi adalah longsoran dari penumpukan material erupsi ditambah dengan volume air hujan yang cukup tinggi di sekitar kubah Semeru," ujar Amien.

Terjadinya longsoran dari puncak Gunung Semeru berlangsung secara tiba-tiba. Sehingga tidak cukup ada waktu bagi penduduk sekitar puncak gunung Semeru untuk bisa menyelamatkan diri.

"Karena itu, perlu dipikirkan tentang sistem deteksi dini bencana atau Early Warning System (EWS) berbasis kearifan lokal masyarakat, edukasi dan pembelajaran kebencanaan bagi masyarakat," papar pria yang juga ahli geologi dan dosen ITS ini.

Karena itu, selain fokus pada masalah tanggap darurat dan penanganan korban bencana secara cepat dan tepat, IKA ITS juga mendorong pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memikirkan tentang sistem deteksi dini bencana atau Early Warning System (EWS).

Hal itu juga disertai dengan edukasi dan pembelajaran kebencanaan bagi masyarakat, recovery dan rehabilitasi serta pengotimalan penggunaan dan pemanfaatan teknologi. Termasuk tentang penjernihan air, panel surya, mikrohidro, pakan ternak dan sebagainya.

Selanjutnya tim Kebencanaan IKA ITS akan terus melakukan mitigasi dan riset lebih lanjut untuk memastikan kondisi gunung Semeru. Serta rencana tindak lanjut yang bisa dilakukan untuk solusi jangka panjang terhadap potensi bencana Semeru.

"Khususnya dan kebencanaan di Indonesia pada umumnya,” ujar Radian Jadid, humas Kompartemen Kebencanaan IKA ITS.

Rekomendasi