Sungai Cilamaya Meluap, 2 Desa di Banyusari Karawang Terendam Banjir

Ketinggian air mencapai 1,5 meter sejak pukul 07.00 WIB.

Bram Salam
Oleh Bram Salam - Reporter
Sungai Cilamaya Meluap, 2 Desa di Banyusari Karawang Terendam Banjir
Sungai Cimalaya Meluap. ©2020 Merdeka.com

Pemukiman warga dua desa di Kecamatan Banyusari, Karawang, terendam banjir akibat kiriman air dari Bendung Barugbug yang menyebabkan luapan sungai Cilamaya. Ketinggian air mencapai 1,5 meter sejak pukul 07.00 WIB.

Dua desa tersebut yakni Desa Jayamukti dan Gempol Kolot. Warga yang terkena banjir mengaku tidak bisa menyelamatkan barang-barang dalam rumah, karena air luapan langsung masuk ke pemukiman. Sehingga sebagian perabotan dalam rumah hanya ditumpuk di luar, sementara sebagian lain terendam dalam rumah.

"Air langsung membesar masuk pemukiman hingga masuk ke dalam rumah," kata Sopandi (60) warga Jayamukti, Rabu (1/1).

Kepala Desa Gempol Kolot, Sunardi mengatakan jumlah rumah warga yang terdampak banjir masih dalam pendataan karena debit air masih naik. Namun berdasarkan data sementara ada 50 rumah yang sudah terendam banjir akibat luapan sungai Cilamaya.

"Pendataan masih terus dilakukan karena debit luapan sungai Cilamaya masih naik," katanya.

Data di lapangan tercatat, di Desa Jaya mukti ada sekitar 200 rumah yang terdampak banjir, sementara di Desa Gempol Kolot sekitar 50 rumah. Hingga saat ini, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing sambil menunggu banjir surut.

Rekomendasi