Sudah lima bulan, sejak jebolnya turap penahan tanah yang ambrol di Kampung Jaletreng, RT03/03 Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, belum juga dilakukan perbaikan.
Saat ini, warga berharap, adanya perhatian dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, untuk mempercepat perbaikan turap yang ambrol. Agar terhindar dari ancaman keselamatan dan keamanan masyarakat.
Painah (77), warga setempat mengaku sangat khawatir dengan lambannya kerja Dinas terkait dalam menangani keluhan masyarakat.
Menurut dia, turap yang ambrol tersebut sangat berpotensi membahayakan warga di sekitar.
"Bahaya sudah pasti, ini sampai 5 bulan engga juga dibetulin saya mah aneh. Masa iya, pemerintah engga punya duit perbaiki turap. Kaya rakyat aja susah," ucap dia.
Painah berharap, kalaupun tidak segera dilakukan pembangunan turap baru atau perbaikan turap menjadi lebih kuat. Dia menginginkan Dinas terkait, untuk membersihkan material turap yang ambrol.
Pantauan di lokasi, turap yang ambrol tersebut, masih menempel di dinding tanah dan berpotensi longsor sehingga bisa menimpa apapun yang berada di bawahnya.
Sementara struktur turap sudah tidak lagi kuat. Karena tidak saling mengikat, sehingga dapat mengancam keselamatan warga yang berada di bawah bangunan turap yang ambrol.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel.