Seorang driver taksi online di Makassar bernama Arman menjadi korban perampokan. Bahkan Arman dibuang oleh para pelaku di perbatasan Manado-Gorontalo.
Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Inspektur Satu Afhi Abrianto mengatakan pihaknya sudah menangkap komplotan yang melakukan perampokan terhadap driver taksi online yang dibuang ke Gorontalo. Afhi mengungkapkan tiga orang tiga orang ditangkap.
"Mereka ini membegal korban dan membuangnya ke perbatasan Gorontalo. Mereka kami bekuk di rumahnya masing-masing di Kecamatan Tamalate, Makassar," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (28/8).
Meski demikian, kata Afhi, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku lainnya yang diduga mengakomodir dan memerintah tiga pelaku untuk membuang korban di Gorontalo. Ifha menjelaskan saat menangkap tiga pelaku, pihaknya mengatakan senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban.
"Tiga orang ini punya peran beda-beda. Ada yang jadi eksekutor, menodong korban, dan sopir saat membawa korban ke Gorontalo," bebernya.
Afhi mengungkapkan Arman dirampok dan diculik oleh para pelaku pada 6 Agustus lalu di sebuah rumah makan di Makassar. Pada saat itu, ada beberapa orang mendatangi korban dan mengaku sebagai polisi.
"Berdasarkan interogasi, tiga orang ini ternyata ada yang menyuruh dan menjanjikan mereka uang Rp40 juta. Tiga pelaku sudah terima uang Rp30 juta untuk uang muka dan sisanya diterima setelah berhasil mengeksekusi korban," ungkapnya.
Sementara korban, Arman mengaku sebelum kejadian dirinya mendapatkan pesanan offline dari seseorang dikenalnya. Saat itu, pemesan meminta menjemputnya untuk diantarkan membeli CCTV.
"Tanggal 6 (Agustus) itu ada yang memesan taksi saya secara offline. Saat itu diajak singgah makan Sop Saudara," kata dia.
Saat itulah, dirinya didatangi sejumlah orang dan mengancam Arman dengan senjata tajam jenis badik. Arman sempat bertanya apa masalah sehingga ditodong senjata tajam.
"Mereka bilang mau bawa saya ke kantor (polisi). Saya diancam badik dan tidak tahu apa masalahku," bebernya.
Saat itu, pelaku meminta kunci mobil milik dan memasukkan korban. Arman mengatakan pelaku mengaku mobilnya diamankan sebagai barang bukti karena bermasalah.
"Mereka bilang mobil ku sebagai barang bukti karena bermasalah," tuturnya.
Saat itu pelaku membawa korban ke daerah Tanjung Bayam, Kecamatan Tamalate, Makassar. Di sana korban dipindahkan dan dipukuli oleh pelaku.
"Saya seperti dipindahkan-pindahkan dari mobil satu ke mobil lainnya. Sampai pada tanggal 16 Agustus saya dibuang di sebuah bukit di perbatasan Manado-Gorontalo," tuturnya.
Beruntung saat itu, Arman menemui seorang warga yang sedang live streaming di Facebook. Dari situ dirinya dibantu oleh warga dan bisa mengabari keluarganya.
"Saya lihat ada warga yang sedang siaran langsung di facebook. Saya minta tolong dan akhirnya bisa menghubungi keluarga," ucapnya.