Sering dipakai foto, jembatan rancangan BJ Habibie di Batam rusak

Jembatan itu mengalami putus kabel.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Sering dipakai foto, jembatan rancangan BJ Habibie di Batam rusak
jembatan. ©2012 Merdeka.com

Jembatan I Barelang atau Fisabilillah Kota Batam rancangan mantan Presiden BJ Habibie mengalami putus kabel. Jembatan itu diresmikan pada pertengahan 1990. Meski secara umum kondisi tersebut belum mempengaruhi kekuatan jembatan.

"Iya, info yang benar pada satu cable stay bridge yang di dalamnya terdapat 90 cable strand di mana setiap strand di dalamnya terdapat delapan wire. Ada dua wire yang putus," kata Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono di Batam, Kamis (2/6).

Jembatan itu dibangun oleh Otorita Batam (Sekarang BP Batam) bersama dengan lima jembatan lain, menghubungkan Pulau Batam hingga Galang Baru. Saat ini perawatannya nenjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta BP Batam.

Jembatan Satu Barelang atau Fisabilillah membentang 642 meter, merupakan jembatan gantung dengan menggunakan kabel dilengkapi dua tiang setinggi 118 meter, dan bentang utamanya adalah 350 meter.

"Sebenarnya saat ini sedang dalam perawatan dan perbaikan menggunakan konsultan dari Korea. Namun itu bukan karena diketahui ada kabel yang putus," katanya.

Proses perawatan dan perbaikan yang ada di lapangan, masih kata Purnomo, dari hasil penelitian tim beberapa waktu lalu terhadap kondisi secara umum pada Jembatan Barelang.

"Untuk penggantian kabel yang putus masih perlu dicek lagi mengenai harga dan metodenya. Karena material dan kabel semua dari luar negeri. Meskipun ada yang putus, namun kondisi jembatan masih aman," tegas Purnomo.

Selama ini, sambung Purnomo, banyak masyarakat yang berhenti di atas jembatan. Kerusakan-kerusakan pada kabel yang terkelupas dan terbakar juga karena ulah pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

"Hal-hal itu bisa menyebabkan korosi sehingga bisa jadi kekuatan kabel berkurang. Ditambah lagi banyak kendaraan berhenti di atas jembatan sehingga bebannya meningkat," paparnya.

Dia mengimbau warga sadar dan tidak merusak karet pada kabel-kabel Jembatan Barelang agar kerusakan tidak semakin parah.

Akibat peristiwa itu, pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengimbau warga untuk lebih memanfaatkan Pantai Dendang Melayu (PDM) sebagai lokasi foto dalam wisata Jembatan Barelang, setelah kabel penyangga jembatan putus.

"Agar masyarakat lebih memanfaatkan Pantai Dendang Melayu sebagai lokasi berfoto dan berwisata, untuk mengurangi beban jembatan, supaya jembatan tidak rusak," ujarnya.

Jembatan Barelang dirancang Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie ini merupakan aset daerah harus dijaga. Apalagi jembatan itu menjadi salah satu bagian dalam logo Pemkot Batam.

Jembatan Barelang juga menjadi ikon kota, dan destinasi pariwisata favorit pelancong dalam dan luar negeri.

"Saat pemerintah merencanakan membangun Pantai Dendang Melayu, sudah dipikirkan sudut mana secara utuh dapat menangkap gambar jembatan. Karenanya berwisata di Pantai Dendang Melayu tidak akan mengurangi keasyikan dibanding berada di atas jembatan, justru lebih bagus," bebernya.

Pemkot juga meminta agen pariwisata untuk memasukan jadwal wisata ke Pantai Dendang Melayu, ketimbang hanya parkir bus di atas jembatan.

Selain dapat menambah beban jembatan, wisatawan juga dikhawatirkan merusak jembatan yang dirancang menyerupai jembatan di San Frasisco itu.

Rekomendasi