Hasil panen padi di Kabupaten Lampung Selatan meningkat tahun ini dibandingkan 2013. Hal itu disebabkan karena pasokan air ke sawah cukup banyak dan serangan hama berkurang.
"Panen kali ini meningkat sampai dua kali lipat dibanding sebelumnya," kata Susanto, petani di Desa Kertosari Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan, seperti dikutip dari antaranews, Jumat (11/4).
Susanto mengatakan, pada musim sebelumnya, hasil panen padi sebanyak dua puluh karung. Namun saat ini mencapai empat puluh karung lebih, dari luas lahan tanam hampir satu hektare. Peningkatan panen ini disebabkan minimnya serangan hama tikus, wereng dan patah leher.
"Saat tanam kemarin sempat terendam banjir namun tidak parah seperti tahun sebelumnya," ujanya.
Hal senada juga disampaikan oleh petani setempat lainnya Hermanto. Hermanto mengaku saat ini pendapatan panen meningkat hingga dua kali lipat.
"Tahun lalu panen singgang atau tanaman sisa dirusak tikus namun sekarang cukup baik," kata Hermanto.
Bulir padi lebih berisi dan merunduk, yang membuat bobot bulir padi lebih berat. Namun, saat ini harga gabah di petani masih cukup rendah karena banyak warga yang panen pada kisaran Rp 4.000 per kilogram.
"Jika dijual dalam bentuk beras mencapai Rp 7.500 per kilogram. Biasanya hanya cukup untuk persediaan sampai panen lagi, namun kali ini lebih banyak. Bahkan petani bisa menjual lagi untuk modal tanam," ungkapnya.
Ia menambahkan kendala saat ini petani masih cukup sulit untuk mendapatkan pupuk kimia dari sejumlah distributor setempat.
"Jika didukung dengan ketersediaan pupuk mencukupi dipastikan panen bisa lebih banyak lagi," tambahnya.