Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dan Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, ikut hadir di ruang rapat yang sama dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Istana Negara, Rabu (11/3). Setelah Budi Karya dinyatakan positif terpapar corona atau Covid-19, kedua kepala daerah ini pun memeriksakan kesehatannya.
Edy awalnya akan memeriksakan kesehatan pada Senin (16/3) pagi tadi. Namun pemeriksaan itu tertunda karena jadwalnya sangat padat. "Hari ini, saya sebenarnya pagi ini saya cek kesehatan, tetapi setelah inilah (konferensi pers dengan wartawan). Setelah nanti ketemu kalian (wartawan) semua akan dicek kesehatan saya. Harusnya saya diperiksa dulu baru jumpa kalian (media) tap tak cukup waktunya," ucap Edy dalam konferensi pers di kantor Gubernur Sumut, Senin (16/3).
Terkait pemeriksaan kesehatan itu, Edy masih sempat berkelakar di hadapan awak media. "Begitu saya tak aman berarti kalian yang dekat-dekat di sini perlu dicek," sebutnya.
Mantan Pangkostrad menjelaskan, dirinya dan Plt Wali Kota Medan hadir dalam rapat terbatas (ratas) membahas pertanahan di Istana Negara pada Rabu (11/3). "Pada saat itu memang benar saya rapat, ratas yang dipimpin oleh presiden. Beberapa menteri hadir di situ termasuk saya dan wali kota Medan," ujar Edy.
Sementara Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, telah memeriksakan kesehatannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan, Senin (16/3). "Pemeriksaan kesehatan ini inisiatif saya. Daripada orang lain khawatir dekat dengan saya dan terus ditanyakan banyak orang," ungkap Akhyar.
Akhyar belum mengetahui hasil pemeriksaan. Dia berharap semua baik. "Doakan hasilnya bagus ya. Karena sejauh ini saya rasa kesehatan saya aman-aman saja," ucapnya.
Terpisah, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Medan, Edison Peranginangin mengatakan, pemeriksaan kesehatan terhadap Akhyar meliputi pemeriksaan paru dan darah lengkap. Namun belum seluruh hasilnya keluar. "Untuk pemeriksaan paru sudah selesai, dan tidak ada masalah dan gangguan," pungkasnya.