Sebelum tewas, kakak siswi di Palembang punya firasat buruk

Akhir-akhir ini korban mudah menangis tak seperti biasanya.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Sebelum tewas, kakak siswi di Palembang punya firasat buruk
Ilustrasi Kecelakaan. ©2014 Merdeka.com

Kematian Beda Komala (17) dalam kecelakaan lalu lintas setelah mengikuti Ujian Nasional (UN) di SMA Bina Cipta Palembang, membuat keluarganya sangat terpukul. Semasa hidup, korban dikenal remaja pendiam dan rajin ibadah.Bram (20) kakak korban mengaku tidak menyangka adiknya tersebut harus pergi selamanya dengan cara tragis. Apalagi, korban baru saja mengikuti UN dan hendak pulang ke rumahnya di Kenten Laut, Banyuasin."Adik saya baru pulang UN, kami sekeluarga tidak menyangka kalau harus mengalami kejadian seperti ini," ungkap Bram, Rabu (6/4).Bram menuturkan, semasa hidup adiknya merupakan gadis pendiam, rajin salat dan periang. Bram mengaku memiliki firasat buruk tiga hari sebelum kejadian. Akhir-akhir ini korban mudah menangis tak seperti biasanya."Dulu tidak pernah begitu, tidak cengeng, nangis juga jarang," ujarnya.Firasat lain yang sempat terjadi, kata Bram, korban mengajak bercanda sebelum berangkat sekolah pagi tadi. Padahal, sikap itu jarang sekali dilakukan korban karena sifatnya pendiam."Mungkin itulah firasatnya, candaan sama tawa adik saya terakhir kalinya. Bagaimana pun kami ikhlas dia pergi," tutupnya.Diketahui, peristiwa tragis itu terjadi saat korban berboncengan dengan rekannya Monic mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z nomor polisi BG 4070 PF di Jalan Najamudin, Kecamatan Sako, Palembang, Rabu (6/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Rekan korban selamat dalam musibah itu.Menurut saksi mata, korban mencoba menyalip sebuah truk kontainer dari sebelah kanan. Nahas, sepeda motor korban menyenggol ban kanan truk sehingga membuat korban terjatuh ke kolong truk. Korban pun terlindas dengan sejumlah luka parah.Saat warga mencoba menarik tubuhnya, korban masih bernafas. Tetapi ketika diangkat nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi.Korban dibawa ke Rumah Sakit Cabang Charitas Lebong Gajah Palembang bersama rekannya yang saat itu tak sadarkan diri. Sopir truk, Surianto, langsung diamankan petugas agar tidak menjadi korban amukan massa yang emosi."Dia (korban) mau nyalip, tapi kena ban truk, jatuh terus masuk ke bawah truk, dia terlindas. Temannya cuma pingsan. Mereka masih kenakan pakaian SMA," ungkap saksi mata, Andi.Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Benny mengatakan, kecelakaan tersebut diduga karena sepeda motor korban menyenggol truk saat berusaha menyalip. Untuk penyelidikan, sopir truk kontainer akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut."Sopir sudah kita amankan untuk pemeriksaan. Nanti baru bisa diungkap pasti penyebabnya," kata Benny.

Rekomendasi