Motif pembunuhan terhadap seorang PNS Kesehatan yang bertugas di Kabupaten Takalar, Sulsel, terungkap. Motof korban bernama Haji Muhammad Amir (38) dihabisi terkuak setelah dua pelaku pembunuhan bernama Karimolla alias Ulla (28) dan Muhammad Fauzul alias Zul (19) diringkus, Rabu (29/3) pagi.Pengakuan keduanya ke penyidik bahwa mereka sudah berteman lama dengan korban sejak setahun lalu namun hubungan pertemanannya tidak normal. Mereka diikat hubungan saling menguntungkan yakni Ulla dan Zul bersedia berhubungan seks dengan cara disodomi dengan imbalan uang Rp 5 juta untuk keduanya dari korban. "Kedua pelaku yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual ikan ini berhubungan seks dengan korban sekaligus berdua atau istilahnya threesome," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Polisi Erwin Zadma dan Kasat Reskrim Polres Gowa saat merelease hasil penangkapan terhadap pelaku di Mapolda Sulsel, Kamis (30/3).Sebelum melakukan hubungan seks sejenis bertiga sekaligus itu, kata Dicky Sondani, korban Muhammad Amir Ahmad menyuguhkan minuman keras tradisional yang disebut ballo ke Ulla dan Zul hingga mabuk. Berdasarkan keterangan keduanya, meski sudah dalam keadaan mabuk, mereka masih merasakan kalau mulut keduanya dibekap dengan kain sebelum akhirnya berhubungan. "Korban ini kan orang kesehatan jadi kemungkinan Ulla dan Zul ini dibius saat dibekap itu. Hingga akhirnya mereka berhubungan seks dalam kondisi fly, " kata Dicky Sondani. Setelah berhubungan sejenis itu, Ulla dan Zul kemudian menagih kembali upah sodominya. Tapi yang bersangkutan terus mengulur-ulur dan akhirnya Ulla dan Zul naik pitam. Mereka pun sepakat membunuh korban. Karena sudah sering ke rumah korban di perumahan Graha Surandar, keduanya tahu kalau di rumah itu ada martil. "Martil itulah yang digunakan untuk memukul kepala korban hingga tewas," pungkasnya.
PNS kesehatan di Gowa sempat threesome sebelum dibunuh teman homonya
Sebelum dibunuh, PNS di Gowa sempat threesome dengan dua pembunuhnya. Pengakuan keduanya ke penyidik bahwa mereka sudah berteman lama dengan korban sejak setahun lalu namun hubungan pertemanannya tidak normal.
Rekomendasi