Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengaku tak pernah ambil pusing melihat berbagai hasil survei yang menyatakan elektabilitasnya cenderung stagnan bahkan menurun. Dia justru melihat sejak awal terjun ke politik, kini elektabilitasnya perlahan meningkat."Saya pernah disurvei itu hasilnya mendekati nol, tapi I am not that concern. Survei yang dibiayai Negara tanggal 15 Februari yang paling akurat," kata Sandiaga santai saat ditemui di Rumah Joglo Anies Baswedan, Halan Lebak Bulus 2 Dalam, Cilandak, Jakarta Barat, Rabu (7/12) malam.Politisi Partai Gerindra itu mengaku memiliki survei internal yang lebih dapat dipercaya. Sebab hasil survei yang banyak dirilis dilakukan saat peristiwa tertentu untuk membangun opini public. Selain itu, dia memilih melakukan penghematan saat kampanye dengan alasan efektivitas penyampaian pesan politik."Jadi kalau enggak perlu ada panggung ya enggak usah. Kalau mau hemat berdiri saja di atas kursi plastik. Apakah dengan dia event membuat panggung pesan yang disampaikan efektif kan belum tentu," tutur Sandi.Dia mengklaim fokus pada 3 program yang digagasnya kelak menang di Pilgub DKI, yakni pendidikan, lapangan pekerjaan dan harga bahan pokok yang murah."Konsep kita sekarang ini kan 3 menit speech, 30 menit selfie," tutup Sandi.
Sandiaga: Survei dibiayai Negara pada 15 Februari paling akurat
Sandiaga: Survei dibiayai Negara 15 Februari paling akurat. Dalam sejumlah survei, elektabilitas cenderung stagnan bahkan menurun. Dia justru melihat sejak awal terjun ke politik, kini elektabilitasnya perlahan meningkat.
Rekomendasi