Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan berkoordinasi lebih lanjut dengan MUI Sulawesi Tengah terkait mekanisme penyaluran dana bantuan pemerintah Taiwan. Dana bantuan itu telah diberikan melalui MUI pusat dan diterima langsung oleh Ma'ruf Amin, selaku Ketua MUI.
Ma'ruf menjelaskan koordinasi dilakukan untuk memilah kebutuhan para korban terdampak gempa dan tsunami.
"Apa saja yang prioritas, berdasarkan kebutuhan di sana nanti akan kita arahkan kepada pemenuhan kebutuhan yang lebih prioritas. Jadi lebih mudah, jangan memberi sesuatu yang tidak perlu," katanya usai menerima perwakilan dari pemerintah Taiwan, di kantor pusat MUI, Jakarta Pusat, Selasa (9/10).
Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Taiwan adalah Jhon C Chen sebagai Kepala Perwakilan Taipei Economic and Trade Office di Indonesia. Taiwan menggelontorkan USD 500 ribu untuk bantuan terhadap korban Sulawesi Tengah.
Chen menyampaikan rasa belasungkawanya atas banyaknya korban dari musibah yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu. Dia mengatakan pemerintah Taiwan turut merasa kehilangan atas musibah yang menimpa masyarakat Sulawesi Tengah itu.
"Oleh karena itu pemerintah Taiwan bekerja sama dengan MUI memberikan bantuan sebesar USD 500 ribu kepada korban bencana di Sulawesi Tengah. Kami berharap semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban para korban dan segera kembali menjalani kehidupan normal," kata Chen yang disampaikan ulang melalui penerjemah.
Dia menambahkan, bantuan kali ini bukanlah kali pertama diberikan pemerintah Taiwan. Sebelumnya, Juli lalu Taiwan juga menyumbang USD 250 ribu saat bencana gempa bumi melanda Lombok.
Lebih lanjut mengenai perbedaan jumlah donasi antara Lombok dan Sulawesi Tengah dijelaskan Chen karena skala serta dampak dari bencana yang dihasilkan. Selain itu, donasi tidak hanya berupa uang , Chen mengatakan pihaknya juga mempersiapkan segala sarana atau prasarana kebutuhan para korban.
"Dikarenakan skala bencana Sulawesi Tengah yang lebih berat, selain memberikan bantuan dana, pemerintah Taiwan juga dengan cepat mengumpulkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, dan diharapkan dapat segera sampai kepada para korban yang membutuhkan," tukasnya.