Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Racun Sianida di Balik Persekongkolan Istri dan Selingkuhan Rencanakan Bunuh Suami

Racun Sianida di Balik Persekongkolan Istri dan Selingkuhan Rencanakan Bunuh Suami Rekonstruksi Rencana Pembunuhan Suami oleh Istri dan Selingkuhan. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Rencana pembunuhan istri berinisial YL (40) terhadap suaminya VT, dipicu dugaan perselingkuhan dilakukan pelaku dan korban. Dugaan perselingkuhan korban kemudian mencurahkan hatinya 'curhat' kepada selingkuhannya Bayu alias BHS (33).

Kepada BHS, YL mengungkapkan kalau rumah tangganya sedang tak harmonis. Status BHS yang merupakan sopir korban sebagai pengusaha di bidang teknologi informasi, membuat komunikasinya YL semakin intens.

Curhatan YL itu kemudian memunculkan ide pembunuhan terhadap VT. Saat itu, BHS mengusulkan menggunakan racun sianida untuk menghabisi korban. Hal itu terungkap dalam rekonstruksi dilakukan Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, hari ini.

"Adegan ketiga kemudian muncul ide untuk membunuh dengan racun sianida," kata Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Made Oka yang memimpin rekonstruksi rencana pembunuhan itu di Mapolsek Kelapa gading. Ada 18 adegan dalam rekonstruksi tersebut.

Bayu : Apa kita mau coba cari racun sianida?

YL : Dari mana? Emang gampang dapatnya?

Bayu : Entar aku cari

YL : Kalau ketahuan gimana?

Bayu : Gampang itu.

Mereka pun sepakat menggunakan sianida untuk membunuh korban. Sianida itu kemudian dibeli BHS setelah memesan melalui online.

"Lalu tersangka 1 BHS meminta uang sebesar Rp 30 juta untuk biaya beli sianida. Lalu tersangka 2 mengambil uang sebesar 8.000 dolar Singapura dan ATM dari tas korban (VT). Lalu BHS ini pergi ke Singapura dengan mengambil uang sebesar 3.000 dolar Singapura dari ATM," kata Made dalam adegan keempat dalam rekonstruksi.

Singkat cerita, pesanan pun tiba dan BHS pun mulai meraciknya lalu dicampurkan ke dalam air mineral, obat, dan jamu. Racikan itu kemudian dimasukkan dengan cara disuntikkan pelaku ke air mineral.

Pelaku lantas memberikan minuman beracun itu kepada YL. Namun ketika mengeksekusi, YL, tak berani. Dia pun menyimpan minuman beracun tersebut selama tiga hari di rumahnya dan memberikan kembali kepada BHS.

"BHS menyimpan di dalam rumah kontrakannya atau kosan, yakni 1 botol air mineral sianida, dan 1 plastik serbuk. Kesimpulannya perencanan pertama gagal karena YL tidak berani memberikan," kata Made.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP