Banyak peninggalan Belanda masih awet hingga sekarang. Peninggalan bersejarah itu salah satunya adalah jalur rel kereta api bergerigi. Ada sejarah panjang mengapa jalur kereta api dibuat bergerigi seperti rel rute Jambu-Bedono-Gemawang sepanjang hampir 6.5 kilometer. Rel itu resmi beroperasi pada 1 Februari 1905. Hingga sekarang, rel bergerigi itu masih berfungsi dengan baik."Rel ini masih digunakan oleh kereta uap buat wisata para turis yang ingin nostalgia naik kereta api," kata Andri, warga Kecamatan Jambu kepada tim dari merdeka.com dan Portrait of Indonesia, Rabu (21/1).Menurutnya, setiap bulan setidaknya empat kali jalur rel bergerigi ini digunakan. Terutama pada akhir pekan. "Kebanyakan wisatawan asing. Tapi ada juga turis lokal," ujarnya.Awal dibangunnya rel bergerigi karena rute Kereta Api dari Jambu menuju Gemawang harus melewati bukit yang terjal dengan kemiringan 65 derajat dan mendaki. Karena itu untuk menghemat biaya, dibangunlah rel bergerigi dan pada tahun 1902.Perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorwegmaatschappij (NIS) kala itu membeli lokomotif uap khusus yang memiliki roda gigi yaitu seri B25. Fungsi rel bergerigi ini adalah untuk menahan agar lokomotif uap B25 tidak mengalami kesulitan menanjaki jalur tersebut. Rel bergerigi diletakkan di tengah-tengah rel. Sementara roda gigi di lokomotif B25 bertugas mengait rel bergerigi yang ada di bawahnya. Jika tidak ada roda gigi ini, kereta api tidak akan bisa menanjak. Tanpa gigi, sebuah lokomotif uap hanya bisa mendaki dengan kecuraman 5 persen artinya kenaikan 5 meter setiap jarak horisontal 100 meter, itupun akan menanjak dengan penuh kesulitan. Penggunaan roda gigi memungkinkan kecuraman 65 persen dapat dilalui meskipun dengan kecepatan rendah 10 km/jam. Pada saat menurun, maka roda gigi berfungsi untuk menahan kecepatan kereta api.Sekarang ini rel bergerigi yang masih aktif di Indonesia hanya ada dua. Pertama di Ambarawa, dan kedua di Sawahlunto, Sumatera Barat.
Puluhan tahun, rel bergerigi buatan Belanda di Ambarawa masih kokoh
Rel itu resmi beroperasi pada 1 Februari 1905. Hingga sekarang, rel bergerigi itu masih berfungsi dengan baik.
Rekomendasi