Presiden Joko Widodo meminta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bergerak cepat menyelesaikan sejumlah proyek listrik mangkrak. Jokowi mengingatkan proyek itu telah merugikan negara sampai triliunan rupiah. Jika tak kunjung beres Jokowi akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan. "Saya tolong nanti diberitahukan totalnya berapa ini karena sudah menyangkut angka triliunan dan ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus. Apakah langsung bisa diteruskan, kalau saya lihat satu-dua di lapangan kelihatannya juga banyak yang tidak bisa diteruskan karena memang sudah hancur, sudah karatan. Semuanya harus ada kepastian," kata Jokowi dalam rapat terbatas membahas pengembangan proyek listrik 35 ribu watt di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/11). "Kalau memang ini tidak bisa diteruskan ya sudah berarti saya akan bawa ke KPK. Karena ini menyangkut uang yang bukan kecil, gede sekali Rp 34 triliun pembangkit listrik sampai sekarang saya belum dapat," ujarnya. Jokowi menambahkan, telah mendapatkan laporan setidaknya ada 34 proyek listrik yang mangkrak selama tujuh sampai delapan tahun. Dalam rapat terbatas ini, Jokowi meminta penjelasan ke kepala BPKP ihwal penyebab proyek listrik mangkrak tersebut. "Kepala BPKP tolong disampaikan bagaimana penyelesaian proyek-proyek yang mangkrak ini, karena dana yang dikeluarkan sudah sangat besar sekali," tandasnya.
Proyek listrik Rp 34 T mangkrak, Jokowi bakal gandeng KPK
Presiden Joko Widodo meminta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bergerak cepat menyelesaikan sejumlah proyek listrik mangkrak. Jokowi mengingatkan proyek itu telah merugikan negara sampai triliunan rupiah. Jika tak kunjung beres Jokowi akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan.
Rekomendasi