Desakan terhadap Presiden SBY untuk mencari jalan keluar atas korupsi simulator SIM begitu besar. Untuk itu pimpinan negara diharapkan bisa menjadi penengah bagi KPK dan Polri untuk tuntaskan kasus tersebut.Namun justru, DPR RI yakin sebelum SBY turun langsung, pimpinan keduanya baik KPK maupun Polri bisa duduk satu meja untuk mencari jalan keluar. Karena kasus yang diduga telah merugikan negara hingga puluhan miliar ini sudah kadung jadi konsumsi publik."Memang ada desakan untuk turun langsung. Tapi saya berpandangan umpamanya mereka sudah duduk satu meja tak perlu lagi," kata Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Sabtu (4/8).Menurutnya Presiden 'turun gunung' jika perkara yang melibatkan internal di institusi kepolisian ini terus berlarut dan tak menuai jalan keluar. Karena jika terus berlarut rakyatlah yang menjadi korban."Tapi kalau berlarut (SBY Turun tangan), karena yang rugi adalah bangsa," katanya.Dia juga akan berusaha menyerukan, SBY sebagai pimpinan negara agar untuk mencari jalan tengah dan solusi. Karena dia menilai Polri, KPK dan Kejagung adalah institusi penegak hukum hebat dinegeri ini.Saat ini dia meyakni, KPK akan selalu berkordinasi dengan Polri utk memastikan semua masalah ini diusut secara arif dan profesional sesuai koridor hukum berlaku."Biarkan ini berjalan secara alamiah. Saya yakin mereka bisa duduk satu meja," ungkapnya.Dia menilai masalah ini juga Lebih baik percayakan kepada KPK. Tapi nantinya harus bersinergi untuk terus menghapuskan korupsi di negeri ini. "Ini untuk menepis keraguan publik dan menjaga institusi polri maka sepenuhnya percayakan pada KPK," tandasnya.
Presiden didesak 'turun gunung' atasi kisruh KPK dan Polri
"Memang ada desakan untuk turun langsung," kata Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso.
Rekomendasi