Insiden jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia hingga saat ini masih menjadi misteri. Tetapi, Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin telah menyatakan insiden itu terjadi karena kelalaian manusia.Namun pernyataan tersebut dinilai terlalu prematur. "Harus dibaca dulu hasil investigasi dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan black box. Black boxnya saja belum ditemukan," ujar Pengamat Penerbangan Dudi Sudibyo kepada merdeka.com, Jumat (11/5).Dudi melanjutkan, fakta yang bisa dijadikan dugaan sementara hanyalah permohonan izin pilot untuk menurunkan pesawat dari ketinggian 10 ribu kaki ke 6 ribu kaki. "Hanya fakta permohonan izin pilot yang bisa dijadikan dugaan. Permohonan itu dikabulkan," katanya menerangkan.Lebih lanjut, Dudi menyatakan, untuk mengetahui bagaimana insiden jatuhnya Sukhoi Superjet 100 harus melalui black box. "Semua baru bisa terungkap apabila black box sudah ditemukan," ucapnya.Sebelumnya, Pemerintah Rusia mengaku sudah menghubungi beberapa pakar penerbangan. Mereka cenderung percaya insiden dua hari lalu itu akibat kelalaian manusia.Hal itu disampaikan Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin, seperti dilansir kantor berita Rusia RIA-Novosti, Jumat (11/5). Dia menilai beberapa informasi dari pakar cenderung mengarah terjadi kelalaian. "Kelalaian manusia paling memungkinkan sebagai penyebab insiden itu," ujar dia.
Prematur sebut Sukhoi jatuh akibat kesalahan manusia
Dudi menyatakan, untuk mengetahui bagaimana insiden jatuhnya Sukhoi Superjet 100 harus melalui black box.
Rekomendasi