Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gufroni Sakaril menjelaskan hingga saat ini masyarakat kaum disabilitas masih menghadapi diskriminasi dan stigma negatif. Tidak hanya itu masyarakat, kata dia, masih memandang rendah para disabilitas sebab tidak dinilai tidak mampu bekerja.
"Masyarakat penyandang disabilitas sampai hari ini maaf, juga masih menghadapi stigma negatif dan diskriminasi," ungkap Gufron saat pembukaan acara Hari Disabilitas Internasional, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).
Hal tersebut menyebabkan tingkat pendidikan penyandang disabilitas berkurang. Sebab keluarga cenderung tidak mau menyekolahkan anaknya. Khawatir kata dia, dalam lingkungan sekolah mengalami ejekan.
"Masih rendahnya tingkat pendidikan masih menjadi penghalang utama bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak," kata Gufron.
Walaupun kaum disabilitas yang memiliki pendidikan tinggi, hingga hari ini masih ada yang menghambat pekerjaan. Seperti contohnya Drg. Romi ditolak kelulusan CPNSnya karena mengalami disabilitas.
"Alhamdulillah setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak akhirnya teman kami Drg Romi dapat lulus dan bekerja sebagai CPNS," ungkap Gufron.
Hapus Kendala Dengan Memberikan Fasilitas untuk Disabilitas
Menurut Gufron pemerintah harus menghapuskan stigma negatif tersebut. Yaitu dengan cara menghapus kendala dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Seperti contoh, pemerintah bisa memastikan ketersediaan infra yang memadai dan ramah penyandang disabilitas.
"Pemerintah memastikan bahwa forum-forum diskusi yang terkait dengan perencanaan pembangunan dapat diakses oleh penyandang disabilitas," ungkap Gufron.
Gufron mengajak pemerintah dan masyarakat penyandang disabilitas untuk terlibat dapat dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Tidak hanya di tingkat pusat, tapi tingkat daerah hingga kelurahan.
"Karena yang paling tahu tentang kebutuhan disabilitas adalah penyandang disabilitas itu sendiri," ungkap Gufron.