Posisi Duduk Gibran di Depan Menteri PUPR Disorot, Sardono W Kusuma Beri Penjelasan

Posisi duduk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di depan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ramai jadi perbincangan. Banyak yang mengkritiknya tidak sopan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Posisi Duduk Gibran di Depan Menteri PUPR Disorot, Sardono W Kusuma Beri Penjelasan
Salah satu foto Gibran bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan seniman Sardono W Kusuma. ©2021 Merdeka.com

Posisi duduk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di depan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ramai jadi perbincangan. Banyak yang mengkritiknya tidak sopan.

Terkait kejadian ini, seniman Sardono W Kusumo memberikan penjelasan terkait foto-foto itu. Dia menjelaskan foto diambil saat mereka berdiskusi di MasDon Art Center milik Sardono di Solo.

Kepada wartawan, Sardono menjelaskan bahwa tempat yang diduduki putra Presiden Joko Widodo tersebut bukanlah meja, melainkan kursi penonton di teater miliknya.

"Saya duduk di sini, pak Basuki di samping saya, sama-sana di depan. Belakangnya Pak Basuki, Mas Gibran, kita menghadap ke teater. Karena saya tidak bisa melihat Mas Gibran, Pak Basuki minta Mas Gibran pindah di belakang saya ini, duduk di belakang, kita yang di depan," ujar Sardono, Senin (29/3).

Menurut penari, koreografer, dan sutradara film asal Solo itu, teater miliknya mempunyai 3 tingkat bangku penonton. Saat itu dirinya bersama Basuki duduk di bangku pertama atau depan, sedangkan Gibran berada di bangku kedua.

"Gibran duduk di belakang saya. Saya dan Pak Basuki di depan, karena kita sedang membicarakan teater ini. Jadi ini sebenarnya bangku untuk penonton, tidak ada meja, tidak ada kursi. Jadi ini bangku seperti di stadion, di teater itu. Gibran itu justru duduk di belakang saya karena kita menghadap ke teater," jelasnya.

Guru Besar Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu menyampaikan, tempat duduk di bawah atau depan itu justru biasa dipakai tamu undangan. Sardono secara pribadi menilai posisi Gibran di atas bukan bermaksud tidak sopan. Apalagi situasi perbincangan saat itu pun berlangsung cair.

"Saya nggak merasa (tidak sopan) kok. Itu suasananya cair, kita sedang diskusi, nggak ada masalah sebenarnya," tutup dia.

Rekomendasi