Polisi Tegaskan Pembatasan Internet di Papua Bukan untuk Tutupi Fakta

Polisi Tegaskan Pembatasan Internet di Papua Bukan untuk Tutupi Fakta. Dedi menyebut, tidak ada pembatasan akses informasi dari Papua. Rencananya juga akan ada media center yang dibentuk khusus terkait kabar terbaru atas kondisi di sana.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Polisi Tegaskan Pembatasan Internet di Papua Bukan untuk Tutupi Fakta
Brigjen Dedi Prasetyo. ©2018 Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah pembatasan akses internet sengaja dilakukan untuk menutupi peristiwa sebenarnya yang terjadi di Papua. Menurutnya, pembatasan itu guna menyebarnya berita hoaks.

"Dibatasi dulu untuk menghindari berita hoaks itu meluas di masyarakat dan memicu anarkis terjadi," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9).

Dedi menyebut, tidak ada pembatasan akses informasi dari Papua. Rencananya juga akan ada media center yang dibentuk khusus terkait kabar terbaru atas kondisi di sana.

"Kan setiap hari kan di-update terus. Minggu depan akan ada media center, semua di Menko Polhukam nanti," jelas dia.

Lebih lanjut, kata Dedi, terdata ada 52 ribu konten hoaks yang tersebar di media sosial terkait kerusuhan Papua. Jika pemberitaan bohong tersebut tidak diredam, besar kemungkinan kerusuhan tidak terhenti total.

"Ketika ada pembatasan akses internet, menurun drastis (aksi kerusuhan) dan bisa dikendalikan semua kejadian di lapangan," katanya.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi