Polisi Sebut Cuitan Anggota BPN Mustofa Nahrawardaya di Twitter Buat Onar

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya masih menjalani pemeriksaan terkait kicauan di akun Twitter @AkunTofa. Dalam salah satu posting-an, dia menyebutkan ada seorang bocah berusia 15 tahun tewas dianiaya sejumlah anggota Brimob di dekat Masjid Al-Huda, Kampung Bali, Tanah Abang.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Polisi Sebut Cuitan Anggota BPN Mustofa Nahrawardaya di Twitter Buat Onar
Aktivis Mustofa Nahrawardaya. ©2018 Liputan6.com

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya masih menjalani pemeriksaan terkait kicauan di akun Twitter @AkunTofa. Dalam salah satu posting-an, dia menyebutkan ada seorang bocah berusia 15 tahun tewas dianiaya sejumlah anggota Brimob di dekat Masjid Al-Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Cuitannya (diduga) buat onar," kata Kasubdit 3 Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul saat dikonfirmasi, Minggu (26/5).

Sementara itu istri Mustofa, Cathy membenarkan berdasarkan surat penangkapan tersebut terkait kicauan suaminya di media sosial.

"Saya kan ini pegang copy surat penangkapan. Kalau di sini sih disebutkan tentang berita bohong melalui media Twitter. Itu katanya terkait dengan peristiwa yang tanggal 22 itu. (Tuduhan) nyebarin hoaks gitu," terang Cathy.

Namun dalam hal ini, dia menegaskan kalau apa yang dituduhkan polisi tidaklah benar. Sebab, dia mengklaim kalau saat itu suaminya tengah sakit dan Menkominfo melakukan pembatasan jaringan.

"Padahal bapak lagi sakit di rumah. Bahkan, tadi saya bilang apa perlu saya bawa surat dokternya gitu kan. Karena memang lagi sakit beliau. Terus juga kan sempat komunikasi di sosial media dibatasi kan waktu itu. Ya enggak tahu lah apa yang terjadi di luar sana," tegasnya.

Rekomendasi