Polisi: Patwal kawal pengantin lawan arah tidak salah!

"Berkaitan dengan prioritas, Polri memiliki hak diskresi yang terkadang harus menyimpang dari aturan,"

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Polisi: Patwal kawal pengantin lawan arah tidak salah!
Mobil patwal polisi lawan arah. ©2015 Merdeka.com

Wakasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Santiadjie Kartasasmita menegaskan, mobil Patroli dan Pengawal (Patwal) yang melakukan pengawalan iring-iringan mobil pengantin di Jalan Ir H Djuanda (Dago) tidak menyalahi aturan.

Dia menjelaskan setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk dapat pengawalan kepolisian berdasarkan kebutuhannya. Hak tersebut diatur UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Setiap warga negara berhak mendapatkan pengawalan, berkaitan dengan prioritas, Itukan ada kepentingan masing-masing, namun memang kembali dilihat berdasarkan kepentingan dan urgenitasnya," kata Santiadjie saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8).

Adapun dalam Undang-Undang No. 2 tahun 2002 yang tercantum dalam Pasal 18 tentang diskresi Kepolisian disebutkan, untuk kepentingan umum, Polri dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri.

"Pengantin di situ ada prioritas ketimbang orang lain yang harus ke mall, tapi kita lihat urgenitasnya berdasarkan kepentingan. Kalau dinilai orang menikah penting dan mengejar waktu, tidak ada yang salah disitu," ujarnya.

Dia kemudian mengilustrasikan, mobil ambulance atau Pemadam Kebakaran bertemu dengan iring-iringan pengantin di satu kejadian sama. "Kemudian yang harus menjadi prioritas ya harus ambulance atau pemadam kebakaran," ungkapnya.

"Dia (mobil pengantin) di situ posisinya prioritas paling bawah," terangnya menambahkan.

Dalam video yang direkam Oginawa (26) warga Bekasi, pada Minggu (23/8) kemarin pukul 15.30 WIB, ada tiga mobil Patwal yang mengawal seperti mobil sipil. Satu mobil mewah Mercedez Benz dihiasi bunga seperti pengantin, diikuti Toyota Avanza, kemudian Mitsubishi Pajero. Tidak terekam nopol mobil tersebut.

Hanya saja Oginawa yang merekam di sisi jalan kiri memperlihatkan iring-iringan tersebut melawan arus. Adapun arus yang ada di jalurnya (menuju Simpang Dago), kondisinya tengah tersendat.

"Kemudian mereka melawan arus dan menerobos lampu merah," ujar Ogi kepada merdeka.com. Ogi mengaku, kesal karena saat itu situasi jalan tidak begitu macet parah. Begitu pula rombongan pengantin yang tidak semendesak ambulance atau pemadam kebakaran.

Rekomendasi