Polisi dalami bantahan Mustofa Nahrawardaya soal dugaan hoaks Lion Air

Polisi masih mendalami keterangan yang diberikan Mustofa pada Kamis lalu. Polisi juga tidak menutup kemungkinan bakal memanggil Mustofa untuk dimintai keterangan tambahan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Polisi dalami bantahan Mustofa Nahrawardaya soal dugaan hoaks Lion Air
Aktivis Mustofa Nahrawardaya. ©2018 Liputan6.com

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tengah mendalami logika yang digunakan caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Mustofa Nahrawardaya. Pasalnya, dia membantah menyebarkan kabar bohong alias hoaks terkait kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP melalui akun Twitter pribadinya, @AkunTofa.

Mustofa sendiri telah dimintai keterangan sebagai saksi terkait cuitannya pada Senin 29 Oktober 2018 lalu itu. Kepada penyidik, Mustofa menyatakan cuitan tersebut tidak ada kaitannya dengan insiden kecelakaan pesawat di perairan Karawang, melainkan merupakan kode untuk istrinya.

"Kemarin sudah diklarifikasi dan sekarang sedang didalami oleh Dittipidsiber karena dia menggunakan kode-kode katanya. Kode-kode ini, logis tidak dia dengan istri sendiri menggunakan kode-kode," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (6/11).

Sementara ini, polisi masih mendalami keterangan yang diberikan Mustofa pada Kamis lalu. Polisi juga tidak menutup kemungkinan bakal memanggil Mustofa untuk dimintai keterangan tambahan.

"Kalau diperlukan mungkin (dipanggil lagi), tapi kalau tidak ya enggak," jelas jenderal bintang dua itu.

Sebelumnya, Mustofa membantah telah menyebarkan hoaks terkait insiden kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang melalui akun @AkunTofa. Pernyataan yang ia tulis di Twitter pada sekitar pukul 9.18 WIB itu tidak merujuk pada pesawat Lion Air JT610 yang saat itu dikabarkan hilang kontak dan dinyatakan jatuh di laut.

Mustofa mengatakan, cuitan tersebut merupakan kode yang hanya diketahui oleh istrinya saat ia hendak menjemput orang penting. "Itu kode untuk istri, misal saya jemput tokoh siapa maka saya kasih kode di Twitter," ujar Mustofa di Kantor Dittipid Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Kamis 1 November 2018.

Dia berdalih memilih Twitter sebagai sarana komunikasi yang penting dengan istri karena alasan keamanan. Dia mengaku nomornya telah dikloning orang tak bertanggung jawab sehingga percakapan penting melalui SMS khawatir tersebar.

Adapun cuitan Mustofa yang dipermasalahkan berbunyi, "Kabar dari temen saya di Halim, Lion Air sudah mendarat di Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Alhamdulillah."

Cuitan itu ditulis sesaat setelah pesawat Lion Air JT610 dikabarkan hilang kontak. Beberapa saat kemudian, Basarnas menyatakan bahwa pesawat jatuh di laut. Cuitan Mustofa itu kemudian dihapus beberapa saat kemudian.

Reporter: Nafiysul Qodar

Halaman
Rekomendasi