Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pimpinan KPK tak ingin kaitkan penyerangan Novel dan korupsi e-KTP

Pimpinan KPK tak ingin kaitkan penyerangan Novel dan korupsi e-KTP Novel Baswedan dirujuk ke RS JEC Menteng. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Beragam spekulasi bermunculan menanggapi aksi penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Salah satunya dikaitkan dengan kasus dugaan megakorupsi proyek KTP elektronik (e-KTP).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang tidak ingin buru-buru mengaitkan penyerangan Novel dengan penanganan kasus e-KTP.

"Kita tidak boleh mengatakan (penyiraman air keras terhadap Novel) berkaitan (penanganan kasus e-KTP) atau tidak. Biarkan nanti diungkap oleh kepolisian," ucap Saut saat ditemui seusai acara di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Rabu (12/3).

Meskipun begitu Saut menduga sedikitnya ada empat motif terhadap penyerangan Novel Baswedan.

"Pertama motif uang. Misalnya, bisa jadi orang di luar antre buat nimpukin saya. 'Lu mau enggak nimpukin Pak Saut. Gue Bayar'," katanya.

Kedua, persoalan ideologi. Ketiga motif kompromi. Menurutnya, pelaku tidak membenci Novel tetapi jika disuruh maka dia akan melukai orang lain.

"Motif keempat, motifnya ego. Ini orang (Novel) kok jagoan banget. Gue enggak suka dengan orang ini," urai Saut.

Meskipun melontarkan empat dugaan motif penyerangan terhadap Novel Baswedan, Saut mengatakan perlu proses pembuktian.

"Pembuktian motif kasus kita serahkan pada kepolisian. Saat ini sudah ditangani oleh kepolisian tetapi masih memerlukan waktu untuk mengungkapnya," tutur Saut.

Saut menambahkan, teror dan ancaman tidak hanya dirasakan penyidik KPK saja. Tetapi juga dirasakan pimpinan KPK.

"Teror yang dialami berlangsung halus dan tidak frontal. Tidak langsung mengancam. Menyampaikan ini begini, begini. Semua orang di KPK merasakan," ucap Saut.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP