Pimpinan KPK soal Setnov 'membisu' saat sidang: Siapa tahu sakit gigi

Setnov, kata Saut, berpotensi dihukum maksimal bila tidak kooperatif. Tidak hanya Setnov, beberapa tersangka juga bisa dikenakan hukuman jika tidak kooperatif. "Semua tersangka punya potensi dihukum maksimal kalau tidak kooperatif atau berbelit-belit," ungkap Saut.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Pimpinan KPK soal Setnov 'membisu' saat sidang: Siapa tahu sakit gigi
Saut Situmorang. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Mantan Ketua DPR Setya Novanton jalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (13/12). Dalam persidangan Setnov, sapaannya, tampak berbelit-belit dan tidak menjawab beberapa pertanyaan dari Majelis Hakim Yanto.

Menanggapi itu, Wakil pimpinan KPK, Saut Situmorang menjelaskan pihaknya akan mempelajari sikap Novanto yang mendadak 'diam' di persidangan.

"Apa latar belakang yang bersangkutan diam, entar akan bisa tahu, siapa tahu sakit gigi misalnya," kata Saut ketika di konfirmasi, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).

Setnov, kata Saut, berpotensi dihukum maksimal bila tidak kooperatif. Tidak hanya Setnov, beberapa tersangka juga bisa dikenakan hukuman jika tidak kooperatif. "Semua tersangka punya potensi dihukum maksimal kalau tidak kooperatif atau berbelit-belit," ungkap Saut.

Saut juga menjelaskan pihaknya tetap memantau jalannya sidang pembacaan dakwaan Ketua Partai Golkar walaupun tidak hadir. Saut juga menyakini Setnov sehat untuk mengikuti sidang. "Tidak (memantau) langsung, jarak jauh (dari gedung KPK)," ungkap Saut.

"Dokter sudah menyatakan kondisi yang bersangkutan itu sehat, sebabnya sidang lanjut," kata Saut.

Rekomendasi