Hingga batas akhir pendaftaran Pilkada, Rabu (10/1) tengah malam, hanya pasangan Juliyatmono-Rober Christanto yang mendaftar ke KPU Karanganyar. Dipastikan Pilkada Karanganyar hanya akan diikuti satu pasangan. Juliyatmono-Rober akan melawan kotak kosong.
Pasangan Juliyatmono-Rober Christanto ini sendiri resmi mendaftar di KPU Karanganyar, Rabu siang. Mereka diprediksi bakal melenggang untuk merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar. Apalagi mereka didukung delapan partai besar, Golkar, PDIP, Hanura, Gerindra, PKB, PAN, PPP dan Demokrat.
"Ini cerminan kehendak masyarakat Karanganyar. Mayoritas masyarakat mendukung dan menghendaki pasangan Juliyatmono-Rober memimpin Karanganyar," ujar politikus PDIP yang juga Ketua Pemenangan pasangan Juliyatmono-Rober, Sumanto, Kamis (11/1).
Sumanto mengatakan, pihaknya segera melakukan konsolidasi dengan seluruh partai pendukung guna menyatukan visi-misi sesuai kehendak warga Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pengusungan dan dukungan dari mayoritas Parpol tersebut merupakan representasi dari masyarakat.
"Dari delapan parpol jika ditotal memiliki 39 kursi dari 45 kursi DPRD. Masih tersisa enam kursi milik PKS di luar kubu Juliyatmono-Rober Christanto. Untuk itu, kita akan menggandeng massa dan elite politiknya," katanya.
Tak adanya pasangan calon lain di Pilkada Karanganyar, lantaran PKS tak memenuhi syarat minimal kursi di DPR. Mereka masih butuh 9 kursi lagi untuk dapat mengusung calon.
"Kami sudah melakukan usaha maksimal tapi sulit mendapatkan pasangan. Waktunya sudah mepet, kami sulit mendapatkan pasangan," jelas Rohadi Widodo, kader PKS yang menjabat Wakil Bupati Karanganyar.
Ia menjelaskan, partainya memutuskan tak bisa mengikuti kontestasi Pilkada Karanganyar 2018. Meskipun banyak yang kecewa namun ia meyakini ini adalah jalan terbaik bagi partai.
"Saya masih akan menyelesaikan tugas sebagai Wakil Bupati Karanganyar hingga 15 Desember mendatang," pungkasnya.