Perampokan di rumah elite Pondok Indah terungkap berkat laporan PRT

Pelaku sebelumnya membututi pelaku.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Perampokan di rumah elite Pondok Indah terungkap berkat laporan PRT
Perampokan rumah di Pondok Indah. ©2016 Merdeka.com/Novita Intan Sari

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto mengatakan, dugaan sementara perampokan disertai penyanderaan yang dilakukan AJ dan S berawal saat membututi pembantu yang tengah keluar rumah majikannya. Pelaku langsung menodong pembantu dan meminta menunjukkan kamar tidur majikannya. "Pelaku membuntuti pembantu masuk ke dalam rumah, sehingga masuk rumah ini. Pembantu sempat ditodong oleh 2 orang pelaku," kata Moechgiyarto di lokasi, Sabtu (3/9).Menurut Moechgiyarto, lantaran takut kemudian pembantu tersebut menggedor kamar majikannya sambil menangis. Rupanya ketukan pintu sang pembantu membuat pemilik rumah Asep Sulaeman curiga karena pembantunya menangis saat menghampiri kamarnya. "Karena curiga pembantu nangis, pemilik rumah ngintip. Kemudian tidak lama kemudian pelaku merusak jendela. Pemilik rumah pun sempat memukul pelaku dengan tangga. Lalu sempat terjadi permintaan dompet, dan lain-lain," kata dia. Moechgiyarto mengatakan, kedua pelaku juga meminta pemilik rumah menyerahkan sejumlah barang berharga. Namun permintaan ini tidak dipenuhi sang majikan."Dugaan sementara tindakan pencurian dengan kekerasan, dan penggunaan senjata api tanpa izin," ujar Moechgiyarto.Moechgiyarto menambahkan, pelaku kemudian sempat kelaparan dan minta dibuatkan mi instan pada asisten rumah tangga. Pada saat itulah, sang asisten rumah tangga keluar rumah dan melaporkan peristiwa penyanderaan ini."Pembantu diminta buat Supermie karena pelaku tadi mungkin kelaparan. Dari situ pembantu keluar dan melapor," pungkasnya.

Rekomendasi