Perampok tembak bos petani karet di Muara Enim, Rp 160 juta dibawa kabur
Merdeka.com - Perampokan bersenjata pistol rakitan kembali terjadi di wilayah Sumatera Selatan. Kali ini dialami seorang bos petani karet, Muhlis (45).
Korban mengalami luka tembak di perut. Tak hanya itu, uang Rp 160 juta miliknya dibawa kabur kawanan perampok tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mengambil karet bersama anaknya, Ferdi (18) dengan sepeda motor melintas di Desa Jiwa Baru Trans Bali, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Selasa (16/1). Tiba-tiba, korban diadang dua pelaku yang sebelumnya bersembunyi di semak-semak.
Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku menembak perut korban hingga terjatuh. Sedangkan pelaku lain merampas tas berisi uang dipegang Ferdi. Kedua pelaku kabur ke hutan.
Mengetahui hal itu, ramai-ramai warga Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, tempat tinggal korban, membawanya ke Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih. Sebagian yang lain menyisiri hutan untuk mencari pelaku meski hasilnya nihil.
Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Lubay AKP Indra menduga pelaku telah mengintai keberadaan korban dan langsung beraksi saat situasi jalanan sepi. Kedua pelaku masih diburu petugas sedangkan korban mendapat perawatan akibat luka tembak di perutnya.
"Dari pengakuan anak korban pelakunya berjumlah dua orang. Mereka bawa senpi yang diduga rakitan," ungkap Indra, Selasa (16/1).
Dia mengimbau, warga lebih waspada melintas di TKP, apalagi sambil membawa barang berharga. Untuk mengamankan situasi dan memburu pelaku, sejumlah petugas dikerahkan di lapangan dibantu masyarakat setempat.
"Total kerugian korban ada uang sebanyak Rp 160 juta, tadinya untuk membeli karet dari petani," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya