Pemilik akun @estiningsihdwi, Dwi Estiningsih, pengunggah foto selebaran yang mengatakan pegawai BUMN tak boleh mengenakan jilbab syari mengaku kerap menerima teror. Teror yang didapat setelah foto tersebut menjadi viral diterima lewat telepon genggamnya.Pernyataan tersebut diungkapkannya melalui Twitter pada Kamis (19/12) malam. Sejak mendapat teror tersebut, ia tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenalnya."Masalah Telpon yg tdk sy angkat. Terlalu banyak nomer asing yg mengirim sms teror juga telpon ancaman. Nomer keluarga yg pasti sy angkat."Dwi menjelaskan, setelah beredar foto tersebut, dirinya tidak pernah bertemu dengan wartawan mana pun untuk melakukan wawancara. Ia lalu meminta maaf kepada rekan media yang sudah berusaha menghubunginya."Saya menghargai rekan wartawan yg memberi perhatian. Mohon maaf bila sy tdk bisa memberikan banyak informasi."Sebelumnya, beberapa hari belakang ini media sosial diramaikan dengan foto selebaran yang mengatakan pegawai BUMN tak boleh mengenakan jilbab syari. Foto tersebut kemudian menjadi polemik ketika sejumlah media menyebutkan jika selebaran tersebut dibuat oleh Kementerian BUMN.Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putro membantahnya. Dikatakannya, hingga saat ini para pegawai BUMN menghalalkan memakai jilbab."Banyak pegawai Kementerian BUMN yang sampai saat ini ke kantor dengan memakai baju muslimah," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (17/12).
Pengunggah foto larangan penggunaan jilbab di BUMN kerap diteror
"Terlalu banyak nomer asing yang mengirim sms teror juga telpon ancaman."
Advertisement
Rekomendasi