Pemkot Pontianak, Kalimantan Barat, menaruh perhatian sangat besar terkait kasus pengeroyokan siswi SMP, ABZ (15), oleh siswi SMA. Dipastikan, Pemkot menanggung penuh biaya perawatan ABZ, yang masih terbaring di rumah sakit sampai saat ini.
"Terjadi kekerasan (terhadap ABZ), siswi SMP di Pontianak oleh siswi SMA. Korban dirawat di rumah sakit, dan mengalami traumatik," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kepada wartawan di Pontianak, Rabu (10/4).
Kasus pengeroyokan ABZ, menjadi viral di media sosial, dan pemberitaan media. Selebritis pun, menyatakan dukungan moralnya terhadap ABZ, agar ABZ mendapatkan keadilan.
"Kasusnya ditangani oleh Polresta Pontianak, dan KPPAD Pontianak. Kita juga telah meminta Dinas Pendidikan, menggali semua informasi terkait peristiwa ini, dan membebaskan seluruh biaya (perawatan ABZ).
Kasus yang dialami ABZ, jadi pelajaran berharga. Edi memastikan, Pontianak akan terus menerapkan sistem pendidikan di sekolah, dengan metode penanaman karakter siswa.
"Dan tentunya, kota Pontianak yang menyandang kota layak anak, tidak terpengaruh dengan kejadian kasus ini (menimpa ABZ). Kejadiannya di luar sekolah, dan kronologis sebenarnya, masih didalami," ungkap Edi.
Kasus pengeroyokan dan penganiayaan itu, terjadi Jumat (29/3) lalu. ABZ, dijemput di rumahnya, dibawa jalan dan dianiaya di belakangan bangunan, di kawasan Jalan Pulau Sulawesi, Pontianak. Sempat tersiar kabar, ABZ juga mengalami penganiayaan pada alat vitalnya. Hari ini, polisi memastikan tidak ada penganiayaan pada alat vital korban.
"Hasil rontgen tidak ada perlukaan pada kemaluan korban, atau memar. Ini hasil medis, tidak ada memar pada kulit, depresi pascatrauma," kata Kapolresta Pontianak Kombes Muhammad Anwar Nasir, dalam keterangan resmi dia, kepada wartawan di Pontianak, Rabu (10/4).