Pasar Induk Modern Cikopo diyakini stabilkan harga kebutuhan pokok

Keberadaan Pasar Cikopo juga dipercaya akan sedikit mengurai beban yang ada di Pasar Induk Kramat Jati.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Pasar Induk Modern Cikopo diyakini stabilkan harga kebutuhan pokok
Peresmian Pasar Induk Modern Terbesar di Jawa Barat. ©2016 Merdeka.com

Keberadaan Pasar Induk Modern Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat diharapkan mampu menstabilkan harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga DKI Jakarta dan Banten.Keberadaan Pasar Cikopo juga dipercaya akan sedikit mengurai beban yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Itu diungkapkan Deputi bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra, mewakili Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan Pasar Induk Modern Cikopo. Pihaknya juga meyakini menjadi jangkar bagi pasar-pasar lain di sekitar Purwakarta."Saya harap efeknya akan mampu stabilkan harga, apalagi saat-saat Bulan Ramadhan. Dengan keberadaan pasar ini akan suplai barang kebutuhan masyarakat selalu ada. Apalagi ini pasar paling besar, luasnya saja 30 hektar," kata Hambra, dalam keterangannya, Sabtu (4/6).Selama ini, kata Hambra, pasar induk terbesar ada di Kramat Jati, Jakarta Timur. Akibatnya, semua sembako, terutama sayur-sayuran dan buah melimpah di pasar tersebut."Kalau sudah ada pasar induk di sini, tidak perlu lagi harus ke Kramat Jati beli dan jual sayur atau buah dari Jawa Barat dan bahkan Jawa Tengah. Bisa di sini dan itu akan menghemat biaya. Efek selanjutnya harga akan lebih stabil," jelasnya.Dia menegaskan, Kementerian BUMN saat ini sangat terbuka untuk mendukung pengembangan sektor UMKM yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Apalagi pasar yang sangat jelas terjadi kegiatan ekonominya. Karena itu, berbagai masukan dari masyarakat terkait dengan bidang kerja BUMN, sangat diharapkan kementerian.Pasar Induk Cikopo dibangun oleh PT Jayaktijaya Megah di atas lahan seluas 60 hektar. Namun, hanya separuh dari luas lahan tersebut diperuntukan jadi lahan pasar. Sisanya menjadi ruang terbuka hijau.Direktur PT Jayaktijaya Megah, Muhammad Suharli, mengatakan Pasar Induk Cikopo sebenarnya sudah soft opening pada 15 Desember 2015 lalu. Pada saat itu sudah tersedia 1.200 kios dan kini sudah terjual 700 kios. Rencananya Pasar Induk Cikopo akan memiliki sekitar 6.000 kios."Saat dibuka, teman-teman saya bilang, Pak, mana ada pasar baru dibuka langsung jalan. Tunggu dua-tiga tahun biasanya baru running. Tapi, Alhamdullilah, pasar ini begitu dibuka, langsung running dan ramai," jelas Suharli. Suharli menambahkan, pasar ini akan mempermudah jalur distribusi sayuran dan buah-buahan, apalagi lokasinya berdekatan dengan DKI Jakarta. Dia juga berharap keberadaan Pasar Induk Cikopo bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat umumnya dan Purwakarta khususnya. Karena itu pula, PT Jayaktijaya Megah menggandeng Bank BNI 46 untuk memberi kredit usaha kepada pedagang di pasar tersebut. Direktur Konsumer Banking Bank BNI 46, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat Purwakarta dan PT Jayaktijaya Megah."Artinya masyarakat mau bekerja sama dengan BNI 46 untuk sama-sama meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kami sangat berharap keberadaan pasar ini mempunyai multi player effect bagi pertumbuhan ekonomi. Kalau tidak, ya untuk apa kami mau kerja sama," terang Anggoro.

Rekomendasi