Pantura rusak parah, Menteri PU apresiasi marah-marah Ganjar
Merdeka.com - Rusaknya jalur Pantai Utara (pantura) membuat Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengapresiasi dan mendukung aksi marah-marah atau mengamuk nya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menemui aksi pungli di Jembatan Timbang di Subah, Batang, Jawa Tengah.
"Bagus. Saya sangat senang dengan action nya Pak Gubernur. Jadi artinya pantura itu, jalan kita rata-rata relatif bagus. Cuma pantura itu jalanya ancur-ancuran karena memang bebannya luar biasa," ungkap Menteri PU Djoko Kirmanto Senin (5/5) usai melakukan peresmian pengisian awal atau 'impounding' Waduk Jatibarang di Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Djoko menggambarkan betapa rusaknya jalan di jalur Selatan-Utara di Jawa Tengah rusak akibat tonase penambangan truk pasir yang berlebihan alias overload.
"Kemarin saja saya dari Yogya ke sini itu naik mobil khan, truk dari Yogya menuju ke Utara itu semua membawa pasir, semua overload. Oleh sebab itu kalau kalian naik mobil dari Yogya menuju Semarang disekitar Magelang itu jalan sebelah kiri rusak semua karena membawa beban," tuturnya.
Djoko menegaskan jika jalan yang dilalui oleh muatan yang berlebihan muatan nya dari design tonase jalan maka jalan akan cepat rusak. Sama dengan yang terjadi di jalur pantura saat ini.
"Yang dari Utara ke Selatan truk kosong tidak bawa apa-apa. Tapi dari Selatan ke Utara jalanya sudah retak-retak. Memang overload itu. Jadi jalan kalau dilewati muatan yang melebihi design nya seperti itu akan rusak, termasuk di Pantura," ungkapnya.
Maka, untuk mengantisipasi kerusakan yang berkepanjangan, Kementrian PU akan melakukan upaya betonisasi di sepanjang jalur pantura.
"Oleh sebab itu pantura secara bertahap kita beton. pantura secara bertahap kita beton. sampai akhir tahun kemarin sudah 270 kilometer, mudah-mudahan tahun ini 100 kilometer sampai 200 kilometer selesai," tuturnya.
Keberadaan jembatan timbang, menurut Djoko Kirmanto harus segera difungsikan sesuai dengan tujuan dan penggunaan semula. Yaitu untuk mengontrol dan mengawasi muatan atau tonase, khususnya di jalur pantura.
"Jembatan timbang saya harapkan yang kelola kementrian perhubungan (Kemenhub) dan pemerintah daerah (Pemda), kemarin action Pak Gubernur bagus sekali dan ternyata didukung Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jawa Timur," pungkasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya