Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pansel KPK: Kriminalisasi masih jadi momok calon pendaftar Ketua KPK

Pansel KPK: Kriminalisasi masih jadi momok calon pendaftar Ketua KPK Pansel KPK. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kriminalisasi masih menjadi ancaman ketakutan para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para pendaftar calon pimpinan beberapa menjawab ogah saat ditawari Panitia Seleksi (Pansel) untuk mendaftar Pimpinan KPK.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPK Destry Damayanti dalam Fokus Group Discussion Mencari Sosok Ideal Pimpinan KPK di Malang, Jawa Timur.

"Mereka bilang 'ogah nanti dikriminalisasi'. Semua manusia pasti punya kesalahan. Saya pribadi juga pernah melanggar tree in one, tetapi apa pun seperti persoalan kecil bisa mengantarkan seseorang menjadi tersangka," kata Destry Damayanti di Hotel Regent Malang, Jawa Timur, Jumat (19/6).

Destry mengaku telah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk Komisi III dan Pemerintah untuk memberi kekebalan terbatas kepada Ketua KPK. Prinsipnya sejumlah pihak setuju, kendati bentuknya belum disepakati.

"Masalah-masalah kecil memang akan sangat mengganggu. Tetapi nanti entah bentuknya seperti apa masih belum disepakati," katanya.

Destry juga memahami adanya pasal di Undang-undang KPK yang membuat posisi institusi KPK menjadi sangat lemah. Pasal tersebut menyebutkan, apabila satu pimpinan KPK berstatus tersangka harus mengundurkan diri.

"Kemudian dengan berbagai kasus yang remeh, satu per satu mereka mundur karena statusnya tersangka seperti yang terjadi sekarang ini," katanya.

Hingga saat ini Pansel KPK telah menerima 182 lamaran calon Pimpinan KPK. Para calon selanjutnya akan menjalani uji rekam jejak dengan berbagai proses. Nama-namanya akan dipublikasikan ke masyarakat melalui media massa dan website KPK.

Mayoritas pelamar secara usia antara 50 tahun sampai 55 tahun. Banyak tokoh-tokoh daerah, tetapi juga tidak sedikit dari tokoh nasional yang sudah terkenal. Banyak tokoh daerah yang potensial, kendati belum bersuara secara nasional.

"Kita berharap Calon Ketua KPK sudah selesai dengan urusan pribadinya. Punya kemampuan lebih, punya sikap kenegarawan, komunikasi dan memiliki kemampuan manajemen tata kelola organisasi yang baik," katanya.

Sementara Sekjen Transparansi Internasional Indonesia (TII), Dadang Try Sasongko mengatakan bahwa masih besar tantangan untuk Ketua KPK ke depan. Kondisi atmosfer udara Indonesia masih penuh persoalan seputar korupsi.

"Ketua KPK dituntut kecerdasan, kecakapan, pengalaman, harus bisa menerbangkan pesawat dengan kondisi udara Indonesia. Bahkan butuh kepasrahan, menghibahkan nyawanya untuk Indonesia," katanya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP