Pandemi Corona, Transaksi Hotel dan Restoran di Padang Berkurang hingga Rp174 Miliar

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang mencatat, selama Pandemi Covid-19 jumlah transaksi pada hotel dan restoran berkurang hingga Rp174 miliar.

Ikhwan
Oleh Ikhwan - Reporter
Pandemi Corona, Transaksi Hotel dan Restoran di Padang Berkurang hingga Rp174 Miliar
Jam Gadang. ©2014 merdeka.com/aryo putranto saptohutomo

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang mencatat, selama Pandemi Covid-19 jumlah transaksi pada hotel dan restoran berkurang hingga Rp174 miliar.

Kepala Bappeda Padang Medi Iswandi mengatakan, berkurangnya transaksi tersebut lantaran kunjungan wisatawan ke Padang sangat menurun, atau cenderung tak ada kunjungan.

"Sepanjang dua bulan PSBB kemarin, tidak ada kunjungan wisatawan, hal itu pun mempengaruhi terhadap transaksi di hotel dan restoran," kata Medi di Padang, Jumat (23/10).

Dia melanjutkan tidak hanya hotel dan restoran yang terdampak, namun juga terhadap transaksi harian pada 9 lokasi pasar di Kota Padang. "Untuk angkanya sekitar Rp11 miliar per hari," jelas Medi.

Hal itu juga terdampak pada transaksi Pedagang Kaki Lima (PKL) pada destinasi wisata berkurang hingga Rp7 miliar, sepanjang dua bulan PSBB.

Lalu, ada sekitar 12 ribu UMKM, mulai dari sektor kuliner, ritel, jasa, kerajinan dan ultra mikro ikut terdampak. "Transaksi pada sektor UMKM berkurang pada Rp17,6 miliar," jelas Medi.

Tak hanya transaksi yang berkurang, namun pekerja yang dirumahkan di Kota Padang mencapai 5.431 orang. "Dari total 5.431 pekerja itu, itu 172 perusahaan yang karyawan atau pekerjanya dirumahkan," kata Medi.

Dari berkurangnya transaksi berbagai sektor, juga berdampak langsung terhadap Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Padang. "Saat ini, tercatat, PAD Kota Padang berkurang hingga sekitar 25 persen, atau sekitar Rp250 miliar karena Pandemi," sebut Medi.

Rekomendasi