Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Paman sodomi keponakan masih balita hingga tewas di Kediri

Paman sodomi keponakan masih balita hingga tewas di Kediri Wali kota Kediri salati jenazah korban sodomi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sungguh biadab apa yang dilakukan Sentot Yuniarto (30), warga Burengan Kota Kediri, dengan tega menyodomi HA (2,5 tahun) keponakannya sendiri hingga tewas. Pelaku yang kini sudah diamankan diduga mengalami gangguan orientasi seksual hingga tega melakukan kekerasan seksual pada keponakannya sendiri yang masih balita.

Korban sebelum tewas sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Kediri, Selasa (28/6). Menurut keterangan Heri Kristiono juru bicara keluarga korban menyebutkan kejadian ini bermula dari laporan ayah korban Aditri Wahono (34) yang pada 27 Juni 2016 sekitar pukul 12.30 mencari anaknya sedang bermain di rumah saudarannya Sentot Yuniarto di kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Saat menemui anaknya, HA sudah dalam keadaan pingsan dan kondisi kening sebelah kirinya bengkak. Karena khawatir terhadap anaknya, akhirnya dibawa pulang ke rumahnya ke Burengan Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dan sempat dioleskan minyak angin. Karena kondisi korban yang tak kunjung sadar akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Kediri.

Aditri membawa sendiri anaknya yang dalam keadaan tak sadarkan diri, sebab istrinya akan menjadi TKW masih di penampungan di Surabaya. Sesampai di rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan pihak dokter menemukan luka di bagian anus. Dari keterangan dokter tersebut,

akhirnya Aditri melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri Kota.

Polisi yang mendapatkan laporan akhirnya langsung bergerak. Korban sendiri selama menjalani perawatan di rumah sakit dalam keadan koma dan dipastikan meninggal dunia pada Selasa siang (28/6). Pada malamnya usai Magrib dilakukan autopsi dengan hasil korban mengalami

kekerasan seksual.

Sumber merdeka.com menyebutkan pelaku yang sejak awal dicurigai polisi setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton di Unit PPA akhirnya mengakui perbuatan yang ia lakukan, polisi langsung menahan tersangka. Dari pengakuan tersangka, telah dua kali melakukan perbuatan biadad

tersebut kepada korban. Tersangka mengakui perbuatan tersebut ia lakukan karena selama ini kalah dengan istrinya dan takut dengan istrinya, hingga menjadikan keponakannya sendiri sebagai pelampiasan seksual.

Sementara itu, Wali Kota Kediri H. Abdullah Abu Bakar yang mendengar kabar tentang kasus ini, pada Selasa malam (29/6) usai autopsi langsung mendatangi RS Bhayangkara Kediri dan ikut membawa jenazah korban dari rumah sakit hingga ke rumah duka. Bahkan wali kota yang memimpin salat jenazah di rumah duka.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Kediri mengutuk keras apa yang dilakukan tersangka. Pemerintah Kota Kediri sendiri saat ini sedang berjuang membentuk satgas anti kekerasan terhadap anak hingga ke tingkat RT. Kami berharap masyarakat segera melaporkan kejadian –kejadian seperti ini. Sebab keterangan dari dokter di rumah sakit kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi," kata Abdullah Abu Bakar di hadapan warga yang berkumpul di rumah duka.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP