Para sopir bus malam jarak jauh saat ini merasa lesu. Pasalnya mereka kini tak lagi dapat penghasilan imbas larangan mudik dari pemerintah. Berbeda dengan ramadhan sebelumnya biasanya dia sudah mulai bolak-balik antar penumpang mudik.
Kini, para sopir pun hanya bisa pasrah menerima keadaan. Lebaran kali ini pun menjadi momen pahit bagi para sopir.
"Kita jadi susah, seharusnya Ramadan ini kita panen. Tapi terbalik, mau pulang juga enggak bisa, di sini kami kelaparan," kata Djumandi (50) salah satu sopir bus antar provinsi di sebuah agen Bus di Jalan Raya Bogor, Selasa (5/5).
Dia menceritakan, sudah sebulan ini tidak ada penumpang karena dampak dari wabah Corona dan imbauan dilarang mudik lebaran oleh Pemerintah. Dia pun mengaku bingung harus bagaimana. Dia menceritakan semua sopir di agen bus sudah tidak ada yang bekerja karena tidak ada penumpang. Kalaupun ada penumpang dan terpaksa jalan, mereka harus terima resiko dicegat petugas di check point.
"Kan sudah dilarang enggak boleh masuk tol dan wilayah lain. Travel mobil kami pun dibalik kanankan. Terus kesejahteraan kita bagaimana? Sama sekali kami belum tersentuh bantuan pemerintah," ucapnya.
Dia mengaku sangat sulit dengan kondisi saat ini. Karena kebutuhan hidup terus berjalan namun penghasilan tidak didapatkan sedikit pun. Bahkan dia pernah sampai kelaparan karena tak punya uang untuk makan.
"Tiap hari harus makan. Satu dua hari saya pernah kelaparan saat PSBB. Karena tidak dapat pemasukan sama sekali," ceritanya.
Dia mengaku memilih untuk dipulangkan ke kota asalnya di Solo. Kalaupun tidak diperbolehkan pulang, ia meminta agar ada perhatian dari pemerintah. "Saya minta diperhatikan, meski kita pendatang. Saya bukan asli penduduk sini, tapi penghasilan saya dari sini," pintanya.
Dia mengaku bukan tidak mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid, namun dia juga meminta adanya perhatian sehingga dia tidak sampai kelaparan. "Kami butuh perhatian pemerintah. Apa apa dilarang. Saya orang Solo. Pak Jokowi orang Solo. Saya orang PDIP tulen. Butuh perhatian pak, mau makan saja susah," ucapnya lirih.
Advertisement
Koordinator Agen Bus Sandoyo di Jalan Raya Bogor, Heru (56) mengaku sudah satu bulan lebih selama pandemi Virus Corona agen bus tidak beroperasi. Sehingga pemasukan tidak ada dan para sopir serta petugas sudah di rumahkan. Mereka sudah pulang kampung terlebih dahulu.
"Para sopir bus di kami sudah pulang kampung sejak awal pandemi karena tidak ada masukan dan mereka tidak dibayar. Serba bingung, tidur saja bingung, apa lagi makan. Karena kan butuh biaya untuk bayar. Mendingan mereka pulang kampung dulu sementara," katanya.
Diakui dia keputusan memulangkan sopir adalah hal berat. Namun, terpaksa dilakukan agar para sopir tidak terlantar. "Kita punya keluarga. Pemasukan enggak ada jadi bingung juga nyari buat nafkah sekarang. Tapi kami tetap usahakan mencari nafkah untuk keluarga," tutupnya.