Napi Lapas Tarakan & Bolangi kendalikan sabu tujuan Parepare

Ada lima dalam kasus ini. Mereka berperan sebagai pencari kurir dan pencari pembeli.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Napi Lapas Tarakan & Bolangi kendalikan sabu tujuan Parepare
Ilustrasi Narapidana. ©2015 Merdeka.com

Polisi menyebut narapidana asal Lapas Narkotika Bolangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan Lapas Tarakan, Kalimantan Utara, kendalikan bisnis narkoba. Ini diketahui setelah adanya digagalkannya penyelundupan 2 Kg Pelabuhan Nusantara Parepare.Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi menjelaskan, ada 13 tersangka dalam kasus ini. Lima orang di antaranya berasal dari balik jeruji. Meski berbeda penjara, ternyata para sindikat ini satu komplotan. "Di kasus sabu dua kilogram ini berdasarkan hasil pemeriksaan-pemeriksaan tersangka, dikendalikan dari dua Lapas yakni Lapas Narkoba Bolangi di Kabupaten Gowa dan di Lapas Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Lima orang tersangka dari Lapas Bolangi yang berkomunikasi dengan rekannya sesama napi di Lapas Tarakan yang minta sabunya dipasarkan," jelas AKBP Pria Budi.Lima pelaku dalam kasus ini mempunyai tugas khusus. Mereka berperan sebagai pencari kurir dan pencari pembeli.

Di sisi lain, Kapolda Sulsel, Irjen Anton Charliyan menambahkan, Pelabuhan Nusantara Parepare merupakan pelabuhan favorit bagi para pelaku bisnis narkoba. Itu dikarenakan lemahnya sistem pengamanan di lokasi"Pelabuhan Nusantara Parepare salah satu pintu masuk yang cukup rawan," kata Anton.Lemahnya sistem pengamanan, kata Anton, yakni tidak adanya pemeriksaan di pelabuhan saat kedatangan maupun keberangkatan. Kelemahan lain, tidak ada alat pendeteksi."Kita sudah berkali-kali mengusulkan pengadaan alat X-Ray khusus yang bisa mencover barang-barang besar. Kita memang kekurangan teknologi dan alat," terangnya

Rekomendasi