Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, diduga jadi korban pencabulan driver ojek online (ojol). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Korban yang duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah atas (SMA) itu sedang pulang sekolah berjalan kaki menuju rumahnya.
"Karena saya biasa pulang ke rumah jalan kaki dari Bengkuring," kata korban ditemui merdeka.com di Polsek Sungai Pinang, Jalan DI Panjaitan, Samarinda, Selasa (3/1).
Di tengah jalan korban dihampiri pria tak dikenal berseragam salah satu ojol, dan menawarkan tumpangan. "Bilangnya mau ikut kah? Kalau mau ikut sekalian, saya ke (jalanan) depan," ujar korban menirukan tawaran terduga pelaku.
Tanpa curiga korban ikut dibonceng pria itu. Namun di perjalanan tangan pria itu justru meraba-raba alat vital korban. Kejadian kedua, pelaku menghentikan motornya di kawasan sepi, dan meminta korban membuka celananya sendiri.
"Saya kaget, bingung, takut mau teriak," ujar korban.
Selesai berbuat tidak senonoh kepada korban, korban kembali dibonceng. Korban akhirnya meminta diturunkan di Jalan AHIM, salah satu ruas jalan menuju rumahnya.
"Saya sempat moto (motret) motornya dan orangnya dari belakang," terang korban.
Didampingi orang tuanya, korban melapor kasus ini ke Polsek Sungai Pinang. Dari pantauan merdeka.com, mereka berada di lantai dua ruang penyidik Reskrim Polsek Sungai Pinang.
"Korban didampingi orang tuanya sedang proses pelaporan. Materinya apa yang dilaporkan, saya belum cek," kata Kapolsek Sungai Pinang AKP Noordhianto kepada merdeka.com.