Miris, remaja putus sekolah di Meranti jadi pengedar narkoba

Miris, remaja putus sekolah di Meranti jadi pengedar narkoba. Dari tangan kanan tersangka, ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,27 gram yang dibelinya dari seseorang dengan harga Rp 300 ribu. Kemudian dia kembali menjualnya, bahkan dia juga kerap mengedarkan narkoba kepada teman seumurnya.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Miris, remaja putus sekolah di Meranti jadi pengedar narkoba
remaja putus sekolah jadi pengedar narkoba di Meranti. ©2017 Merdeka.com/abdullah sani

AA (15), remaja tidak tamat Sekolah Dasar di Kabupaten Kepulauan Meranti ini menjadi pengedar narkoba di lingkungannya. Polisi mengendus bisnis haram pengangguran itu saat akan transaksi sabu di jalan Kelapa Gading Kelurahan Bangsal, Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa (14/3) sekitar pukul 00.30 WIB."Tersangka AA ini sudah dimonitor kegiatannya, sehari-hari kerjanya jualan sabu. Nah ketika menunggu pelanggan yang sudah diagendakan untuk transaksi di tempat itu, petugas menangkapnya," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah kepada merdeka.com.Dari tangan kanan tersangka, ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,27 gram yang dibelinya dari seseorang dengan harga Rp 300 ribu. Kemudian dia kembali menjualnya, bahkan dia juga kerap mengedarkan narkoba kepada teman seumurnya."Tersangka ini apabila ada yang pesan narkotika dia yang tukang carikan atau perantara dalam jual beli sabu. Dia sering mangkal di depan salah satu tempat hiburan malam di kota Selat Panjang," ucap Barliansyah.Untuk mengelabui polisi yang kerap patroli di lokasi tersebut, tersangka berpura-pura main game internet sambil menunggu pelanggan dan pemesan. Karena bolak balik menjual sabu itu, polisi mencurigai gerakannya kemudian membuntuti. "Hingga akhirnya tersangka kita tangkap. Dia anak di bawah umur tapi tidak tamat Sekolah Dasar, pengakuannya, sudah lebih satu tahun mengedarkan narkoba," jelas dia.

Rekomendasi