Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia atau kelompok usia di atas 60 tahun.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemberian izin tersebut dilakukan untuk mengurangi angka kematian Covid-19 pada usia lansia. Data menyebutkan, 47,3 persen kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan lansia.
Selain itu, pemberian izin tersebut juga merupakan upaya untuk mengurangi jumlah kasus aktif Covid-19. Budi menyebutkan, dari total jumlah orang yang terkonfirmasi positif di Indonesia, 10 persennya adalah lansia.
"Dari jumlah kasus kematian di Indonesia, hampir setengahnya yang meninggal dunia adalah lansia. Ini membuktikan lansia risiko tertularnya tinggi," kata Budi saat konferensi pers virtual terkait Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Minggu (7/2).
Seperti yang diketahui, sejak awal Covid-19 mewabah, WHO dan para ahli dunia menyatakan bahwa lansia lebih rentan terinfeksi Covid-19. Oleh sebab itu, penyuntikan vaksin dosis pertama untuk kelompok lansia akan dimulai secepatnya, yakni esok hari.
"Mulai besok hari Senin jam 9, vaksinasi untuk orang-orang dengan usia di atas 60 tahun bisa kita mulai dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan," ujarnya.
Dia pun mengatakan bahwa ada sekitar 11 ribu tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun yang menjadi prioritas penerima vaksin.
Untuk itu, Budi pun berharap, pemberian izin ini bisa berdampak pada keringanan beban kerja rumah sakit. Sebab, diharapkan jumlah pasien yang dirawat juga akan berkurang.
"Pasien lansia banyak yang dirawat. Tidak seperti pasien usia muda yang lebih banyak yang tidak bergejala dan tidak perlu dirawat," tutupnya.