Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut ada tiga orang yang meninggal pascamendapat vaksin astrazeneca. Namun, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ini masih dalam proses penelitian.
Menurut dia, KIPI pun terjadi di sinovac, ada pula yang meninggalkan dunia. Namun, setelah diteliti, penyebab utamanya bukan karena vaksin.
"(KIPI Sinovac) bukan gara-gara vaksin, ada yang ketabrak mobil, ada yang sakit jantung, ada yang sakit cancer, tapi kebetulan dia divaksin, dia meninggal, " ucap dia di Kabupaten Bandung, Selasa (18/5).
"Astrazaneca juga kemaren ada yang meninggal, ada tiga orang. Tapi sekarang sedang diteliti, ada komisi KIPI nya kan di daerah apakah meninggalnya gara gara vaksin apa ngga," Ia melanjutkan.
Ia mengungkapkan, bahwa vaksin astrazeneca di Indonesia sudah didistribusikan dan disuntikkan ke 1,2 juta orang.
Dari jumlah itu, yang paling banyak di Jawa Timur sekira 600 ribu dosis dan Bali sekira 500 ribu dosis. Sedangkan distribusi wilayah Jakarta sudah sekira 150 ribu dosis.
"Yang (meningal diduga setelah divaksin astrazeneca) itu kan di Jakarta. Jakarta baru 150 ribu. Astrazeneca (secara nasional) sudah (digunakan) 1,2 juta. Yang KIPInya berat, yang mesti dirawat itu ada 26, belum ada yang meninggal, " terang dia.
"Yang kemaren (meninggal) belum ada kesimpulannya, apakah wafatnya gara-gara vaksin atau bukan. Karena sinovac juga ada, yang begitu sudah divaksin meninggal. Tapi udah dites, diperiksa oleh dokter, meninggalnya bukan karena vaksin, " imbuh Budi.
"Nah astrazeneca ini sedang dalam proses (penilitian) , cuman yang namanya berita waaa dibilangnya seperti itu. Astrazeneca itu sudah 1 miliar (dosis) di dunia disuntikkan, " Imbuh Budi.