Menkes: Dera meninggal karena kondisi buruk bukan ditolak RS
Merdeka.com - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi angkat bicara soal bayi Dera yang meninggal setelah ditolak 10 rumah sakit (RS) di Jakarta. Padahal, orang tua Dera sudah memiliki Kartu Sehat Jakarta (KJS).
Menurut Mboi, tidak ada rumah sakit yang menolak menampung Dera. Mboi mengatakan, kondisi buruk Dera yang lahir prematur menjadi penyebab utama bayi tersebut meninggal.
"Anak ini memang prematur, beratnya hanya 1 kg. Kalau anak berat 1 kg memang survivalnya (kemampuan bertahan hidupnya) kecil sekali," kata Mboi di Istana Negara, Senin (18/2).
Dia menjelaskan, Dera mengalami gangguan pernafasan sehingga membutuhkan alat bantu pernafasan. Namun, usaha orang tua Dera yang sudah berkeliling RS seperti RSCM, RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, RS Fatmawati, dan RS lainnya, tidak membuahkan hasil, karena RS sudah penuh.
"Jadi bukan karena dia ditolak di mana-mana tapi karena kondisinya buruk. Anak normal kan 3 kg ini 1 kg dan paru-parunya belum berkembang," ujarnya.
Sebelumnya, Dera Nur Anggraini, bayi yang lahir prematur meninggal pada Sabtu (16/2) di Rumah Sakit Zahirah Jakarta Selatan. Dera yang mengalami ganguan pernafasan membutuhkan inkubator.
RS Zahira kemudian merujuk Dera ke rumah sakit yang memiliki alat yang lengkap. Namun saat ayah Dera, Eliyas Setia mendatangi rumah sakit mendapat penolakan dengan alasan penuh. 10 rumah sakit itu antara lain RS Fatmawati, RSCM, RS Harapan Kita, RS Harapan Bunda Pasar Rebo, RS St Carolus, RS Asri, RS Tria Dipa, RS Budi Asih, RS JMC dan RSPP.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya