Meninjau Bir Ali, Lokasi Miqat Jemaah Haji Indonesia Sebelum ke Makkah

Puluhan pria dewasa dan anak-anak bergegas masuk ke toilet. Mereka mandi dan berganti pakaian. Dua lembar kain putih dikenakan sebagai penanda ihram dimulai. Salat dua rakaat ditunaikan.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Meninjau Bir Ali, Lokasi Miqat Jemaah Haji Indonesia Sebelum ke Makkah
Masjid Bir Ali, tempat miqat jemaah haji dari Madinah. ©2023 Merdeka.com/iqbal fadil

Puluhan pria dewasa dan anak-anak bergegas masuk ke toilet. Mereka mandi dan berganti pakaian. Dua lembar kain putih dikenakan sebagai penanda ihram dimulai. Salat dua rakaat ditunaikan.

Suasana di Bir Ali atau Abyar Ali, Madinah, Senin (29/5) tidak terlalu panas. Suhu udara cukup bersahabat. Pohon-pohon kurma yang buahnya masih hijau dimanfaatkan para jemaah untuk berteduh. Mereka menunggu rekannya yang sedang mandi.

Tim Media Center Haji mengunjungi masjid yang berjarak 11 kilometer dari Masjid Nabawi. Berlokasi di sebelah barat Lembah Aqiq, Bir Ali dahulu dikenal sebagai Dzulhulaifah.

Daerah ini merupakan sumber air bagi Bani Jusham dan Bani Khafajah dari Klan Uqail. Seiring dengan perkembangan zaman, Dzulhulaifah dinamakan dengan Abyar Ali.

Ada beberapa versi sejarah terkait darimana nama Bir Ali berasal. Sebagian mengatakan, nama ini merujuk pada Ali bin Dinar, seorang Sultan Darfur yang selama kurang lebih 20 tahun selalu mengirimkan kiswah Ka'bah ke Makkah al-Mukarramah dari Fasher, ibu kota Darfur, Sudan.

Sedangkan versi lainnya, daerah ini disebut dengan Bir Ali karena di masa lampau Sayyidina Ali Bin Abi Thalib RA pernah membuat galian beberapa sumur di kawasan ini.

Kata Bir berasal dari istilah Bi'run yang bermakna sumur dan jamaknya Abyar. Rasulullah SAW pun menetapkan tempat ini sebagai Miqat Makani atau tempat yang menjadi batas lokasi dimulainya ibadah haji dan umrah. Apabila melintasi miqat, seseorang yang akan memulai ibadah haji perlu mengenakan kain ihram dan berniat untuk melakukan haji. Bir Ali merupakaan tempat miqat jemaah yang berasal dari Madinah.

Di tempat ini, kemudian dibangun sebuah masjid yang relatif besar diberi nama Masjid Asy-syajarah (masjid pohon). Sebab masjid ini dibangun di tempat mana Nabi Muhammad Saw pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia).

Persiapan Menyambut Jemaah Haji Indonesia

Sesuai jadwal, jemaah haji Indonesia yang telah selesai melaksanakan ibadah arbain di Masjid Nabawi, Madinah, akan mulai bergerak ke Makkah mulai 1 Juni 2023.

Sebanyak 1.899 jemaah haji dari lima kloter akan diberangkatkan ke Bir Ali dari Madinah dalam dua tahap dengan menggunakan bus. Kelompok pertama pemberangkatan dilakukan pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) sebanyak 3 kloter. Kemudian tahap kedua, dilakukan pada pukul 16.00 WAS sebanyak dua kloter.

Tiba di Bir Ali, jemaah akan turun untuk berwudu dan melaksanakan salat sunnah dua rakaat baik salat tahiyatul masjid atau pun salat sunah umrah.

Saat inilah jemaah yang sudah mengenakan pakaian ihram mulai berniat umrah dan melanjutkan perjalanan menuju Makkah selama kurang lebih 6 jam. Berbagai larangan ihram sudah berlaku, dan jemaah yang melanggarnya harus membayar dam.

Di Bir Ali, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiagakan petugas yang akan berjaga di 5 posko. Posko pertama berada di pintu masuk Bir Ali. Tugasnya memantau bus jemaah haji Indonesia yang masuk.

Pos 2 berada di tempat parkir depan. Petugas di pos ini nantinya memantau pergerakan bus dan jemaah. Pos 3 dan 4 berada di dalam Bir Ali. Tugasnya mengarahkan jemaah yang akan mengambil wudu, salat, berniat ihram.

Pintu masuk area wudu dan tempat salat berbeda antara jemaah laki-laki dan perempuan. Untuk jemaah laki-laki, pintu masuk wudhu di pintu 1 hingga 5 sedangkan, perempuan, pintu wudhu di nomor 6 dan 7.

Masjid yang memiliki 512 toilet dan 566 kamar mandi ini sangat ramah terhadap jemaah lanjut usia (lansia). Hal itu ditandai dengan adanya tempat duduk di setiap tempat wudhu.

Di kedua posko ini ada petugas yang bergerak secara mobile untuk memastikan jemaah tidak salah masuk tempat wudu dan berlama-lama di Bir Ali. Bagi mereka yang telah selesai salat, petugas akan mengingatkan kembali mengenai larangan setelah berihram.

Terakhir adalah Pos 5 yang berada di pintu keluar bus. Di sini petugas yang melepas keberangkatan akan mencatat nama bus, nomor kloter dan embarkasi untuk selanjutnya dilaporkan ke petugas di Makkah.

Untuk menyambut kedatangan jemaah, Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) terus melakukan persiapan dengan simulasi dan menyiapkan kursi roda cadangan karena di masing-masing bus juga telah disediakan.

"Akan ada 21 orang yang akan bertugas di Bir Ali. Kami siap membantu jemaah dan memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal bus atau tersesat di Bir Ali," kata Petugas Layanan Lansia Asep Dadan Wildan di Bir Ali, Senin (29/5).

Pada 1 Juni 2023 di jadwalkan akan ada lima kloter (JKG, SOG, UPG, BTJ, dan KNO) yang akan mengambil miqat di Bir Ali. Kloter JKG, SOC, dan UPG tiba di Bir Ali pukul 14.00 waktu Arab Saudi, sedangkan dua kloter lainnya yakni BTJ dan KNO tiba pukul 16 waktu Arab Saudi.

Rekomendasi